Tersesat di Tengah Selat

Judulnya selat, tapi pada postingan kali ini gue bukan membahas selat nya. Melainkan jasa penyebrangannya, dan pada postingan ini gue mau coba fokus ke Selat Sunda. Tapi sebelumnya, tau kah lo arti selat itu sendiri? Hahaha (biar ada ilmunya dikit postingan gue)

Selat Adalah sebuah wilayah perairan yang relatif sempit yang menghubungkan dua bagian perairan yang lebih besar, dan karenanya pula biasanya terletak di antara dua permukaan daratan. Selat buatan disebut terusan atau kanal. Selat disebut juga Laut Sempit di antara dua daratan. (Sumber: wikipedia)

Sedangkan untuk selat buatan manusia gue cuma tau Terusan Suez dan Terusan Panama. Sisanya mungkin yang terngiang dikepala gue teriakan terusan nya tukang parkir. “Teruuuuss!!” Kadang suka ada yang irit teriak dan cuma terdengar “Uuuuus!!” Ini yang f*ck banget. Lau sumbing apa gimana? Narikin duitnya cepet giliran teriak ngirit banget. Tapi btw gue respect kok sama tukang parkir. (Sorry ya bang dibawa-dibawa kesini) Udah deh nyimpangnya. Hahaha

Yuk lah kita lanjut bahas jasa penyebrangan nya. Untuk Selat Sunda sendiri lo mungkin uda pada tau kalo pelabuhan yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera ini adalah Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni. Dan sepengetahuan gue dari baca-baca beberapa artikel (koreksi ya kalo salah) kalo yang menyediakan armada penyebrangan di kedua pelabuhan tersebut ialah PT ASDP Indonesia (Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan). Meskipun sepertinya pihak pelabuhan punya manajemen sendiri, tapi gue yakin mereka bekerja sama dalam menyediakan jasa penyebrangan. Jadi izinkan gue mengistilahkan mereka yang terkait sebagai penyedia jasa.

Yang gue mau coba bahas kali ini adalah kualitas layanan yang gue rasakan selama menggunakan jasa penyebrangan di kedua pelabuhan ini. Memang gue akuin tanpa ada jasa penyebrangan, sulit rasanya buat bisa sampe kesebrang. Tapi di zaman modern ini rasanya ketepatan waktu lebih diprioritaskan ketimbang gimana caranya bisa sampe kesebrang. Diluar faktor alam seperti cuaca buruk, faktor human error (Kesalahan manusia), overall yang gue rasakan selama menggunakan jasa penyebrangan Merak-Bakauheni bisa dibilang belum puas. Kenapa gue masih belum puas?

Karena yang gue lihat sepertinya sumber daya manusia yang menyediakan jasa penyebrangan masih belum siap untuk menghadapi kenyataan jika pengguna jasa penyebrangan Merak-Bakauheni semakin hari semakin bertambah. Apalagi saat arus mudik. Bisa dibilang gue kecewa. Duh?!

Beberapa akhir tahun ini mungkin bisa dibilang gue merupakan salah satu pelanggan jasa penyebrangan Merak-Bakauheni saat mudik. Dan setiap tahun yang gue rasakan selalu kecewa. Apalagi saat di Pelabuhan Merak. Dari sistem buka tutup jalan menuju pintu masuk pelabuhan sejauh kira-kira 500meter. Sistem sembarang angkut kendaraan dan membuat kita terombang-ambing dilautan selama beberapa jam. (Yang ini paling sial!)

Gue sampe bikin teori sendiri kalo udah ngedumel gini. (Gapapa ya gue bikin teori sendiri, namanya blog gue sendiri) 🙂

Apa ini bagian pencitraan dari beberapa oknum biar dibilang sangat baik dalam menyediakan jasa penyebrangan kepada masyarakat ?

Dan kalo indikasi nya itu adalah tidak adanya tumpukan antrian di Pelabuhan. Wtf?!!! Yang bener aja!

Sekarang gimana mau ada antrian didalam pelabuhan kalo mereka (penyedia jasa) menahan kendaraan supaya ga masuk kedalam dermaga atau bahkan memasukan kendaraan ke kapal kemudian berlayar beberapa ratus meter lalu kapal tersebut diam beberapa jam untuk mengantri. Sesaat gue bertanya dalam hati, kenapa diam? Hilang kompas kah? Hilang arah kah? Dan sesaat gue berpikir kalo kapal kita tersesat ditengah selat. Padahal kan enggak! Orang baru jalan, belum ketengah. (Maksa banget biar nyinggung judul) haha

Itu sih namanya elo ngosongin dermaga dengan cara nahan atau ngelempar kendaraan ke lautan. Dan pada intinya gue tetep antri meskipun ga terlihat antri. Disini bukan masalah gue ga mau antri.

Tapi harusnya mereka para penyedia jasa berfikir bagaimana mengurai antrian bukan mengalihkan antrian. Entah caranya dengan membuat lebih banyak dermaga sehingga kapal bisa berlabuh dan berlayar tanpa antrian atau menyediakan lebih banyak kapal agar mampu menampung lebih cepat dan lebih banyak kendaraan. Gue ga cuma ngedumel, seenggaknya gue udah ngasih saran. Meskipun ga segampang ngomong. Tapi kan kalian para penyedia jasa pasti merupakan manusia-manusia terpilih yang hebat dibidang ini.

Seperti pengalaman 2 tahun lalu, gue bahkan merasakan waktu penyebrangan yang paling lama selama gue menggunakan jasa penyebrangan ini yaitu total 6 jam sejak antri masuk kapal, diatas lautan sampai gua keluar dari lambung kapal. Dari waktu normal yang selama ini gue tahu itu adalah 2 jam. Dan kalian tahu? Gue cuma nunggu 10menit buat masuk kapal saat itu.

Angin surga banget begitu kita bisa masuk kapal secepat itu. Saat itu gue lihat orang-orang disekitar gue mengelu-elukan pelayanan yang didapat jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dan bara api neraka banget begitu kita sadar udah 5 jam lebih diatas lautan. Dan saat itu juga gua lihat reaksi orang-orang disekitar gue yang marah, mengeluh, dan memaki.

Bahkan kita (gue dan para pengemudi lainnya) saat itu sampe sepakat untuk membunyikan klakson mobil secara bersama-sama sebagai bentuk protes. Bagaimana enggak, gue dan para pengguna jasa lainnya saat itu melihat dengan sangat dekat Pelabuhan Bakauheni. Bahkan gue ngerasa bisa pegang tiang jembatan penyebrangan orang disana. Semua berlangsung selama hampir 2 jam dan langsung merasa kesal setelah sadar kalo kapal yang kita tumpangi didapati sama sekali gak mencoba bersandar ke dermaga.

Meskipun kembali ke omongan gue dimana sepertinya pelabuhan memiliki manajemen sendiri, setidaknya gue harap mereka penyedia armada dan manajemen pelabuhan bisa saling bekerja sama sehingga bisa benar-benar besinergi dalam meningkatkan pelayanannya kedepan.

Itu beberapa kekecewaan gue, mungkin elo sendiri dapat pengalaman yang sama. Atau mungkin justru punya pengalaman yang baik. Siapa yang tahu sekarang pelayanan nya memang sudah baik. Bisa komentar yah!

Terlepas dari pengalaman gue yang kebanyakanan kurang puas. Harus gue akuin mereka para penyedia jasa sudah bekerja keras dalam melayani gue dan para pengguna jasa lainnya. Meskipun beberapa sistem yang sempat mereka buat menurut gue ga efektif. Diluar itu gue tetep ucapkan terima kasih atas segala pelayanannya. 🙂

Dan harapan gue sama seperti yang lain, yaitu mereka bisa menyediakan jasa dengan baik. Jangan baper ya pak! Sekedar berbagi pengalaman, siapa tau dibaca langsung sama penyedia jasa dan besok gue dapet tempat vip. Ditaro diujung kapal biar bisa kaya Jack dan Rose di film Titanic. Hahaha udah itu diborgol dah dibawah. Busyeet 😀

Oke sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat. See ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s