Tanpa Asbak, Pesawat Tak Boleh Terbang

Postingan ini disponsori pengalaman gue empat bulan lalu saat terbang dengan salah satu maskapai ke Lombok. Seperti biasa, tidak ada yang aneh dengan penerbangan gue saat itu. Masih sama seperti penerbangan yang lainnya. Sebelum take-off gue pasang sabuk—tutup jendela—makan permen karet (always).

Setelah diatas pun masih nothing special. Pramugari yang menjelaskan tata cara penanganan keadaan darurat, pilot yang ngasih informasi ke kita berada di ketinggian berapa, semua nampak biasa.

Kejadian satu jam pasca-tinggal landas lah yang membuat gue bikin ini postingan. Saat itu tiba-tiba gue kebelet buang air kecil. Jalan santai lah gue ke toilet, setelah BAK gue cucit tangan di wastafel. Dan! Gue menemukan “asbak” disana! Ketauan gue ga pernah ke toilet nih, baru liat beginian.

Saat itu gue terheran-heran, tadi kata pilot jangan merokok di toilet karena ada sensor, bla bla bla. Lah ini kok disediain asbak? Wah gue penasaran. Keluar toilet gue langsung nanya mba pramugari (sekalian ngobrol) bahaha.

“Mba emang boleh ngerokok didalem?” tanya gue sambil nunjuk toilet

“Gak boleh mas, tadi kan udah dikasih tau pilot sebelum take-off.” Jawab mba pramugari dengan senyum manjanya itu.

“Iya tau, tapi kok itu disediain asbak?” Tanya gue lagi.

“Itu buat matiin rokok.” Jawabnya lagi.

Pas gue mau nanya lagi, sang pilot mengumukan untuk kembali ke tempat duduk karena pesawat tengah menghadapi cuaca yang kurang bersahabat. (Wah pilot ada-ada aja musuhin cuaca) 😀

Jalan lah gue kembali ketempat duduk  bersama rasa penasaran gue yang belum terjawab. Tekad gue saat itu mau nanya lagi setelah landing. Tapi apa daya gue lupa karena udah terlanjur exited nyampe Lombok. (Next post cerita pantai Lombok sabi kali ya)

Lalu kemudian beberapa akhir ini, teringat kembali pertanyaan yang belum terjawab itu. (Lama amat ingatnya)

Klo emang ga boleh ngerokok kenapa disediain asbak?

Klo emang buat matiin rokok, gimana cara matiin kalo ga dinyalain dulu sebelumnya? (Lah kalo ga dibakar dulu, apa yang mau dimatikan? Perasaan ku padamu? Kan enggak)

Jangan-jangan cuma buat pilot pas  pesawatnya lagi ngetem nunggu penumpang masuk. Argumen gobl*k! *tepok jidat

Langsung googling lah! Zeeb.. (Bunyi internet cepat)

Wah pas banget langsung nemu jawaban di artikel dream.com yang gue baca. Ternyata larangan merokok telah diberlakukan kurang lebih sejak 25 tahun yang lalu (berarti sebelum itu sempat diperbolehkan) dan larangan tersebut masih berlaku sampai saat ini. Lalu asbak? Untuk apa?

Nah ternyata tersedianya asbak merupakan bagian dari daftar keselamatan minimal utama dan menjadi syarat bagi setiap pesawat untuk bisa terbang. Nah! Sekarang gue tau alesannya! (Katro lo Do)

Asbak disediakan untuk orang yang ngeyel sama larangan merokok. Saat ada orang yang “batu”, dan tetap merokok di dalam toilet. Maka sensor akan menyala dan penumpang ngeyel tersebut diminta segera mematikan rokok.

Untuk mengindari kepanikan lalu-asal-mematikan rokok disembarang tempat. Maskapai menyediakan asbak hanya untuk mematikan rokok tersebut, ketimbang dibuang sembarang. Misal: ke wastafel atau bak sampah.

Ditinjau dari kecelakaan yang terjadi pada tahun 1973, dimana pesawat mendarat darurat karena kebakaran yang diduga akibat rokok yang dibuang ke tempat sampah. Lahirlah peraturan tersebut.

Terlepas dari boleh/tidaknya merokok didalam pesawat. Asbak merupakan syarat wajib bagi pesawat untuk bisa lepas landas.

Jangan ngerokok sih intinya! Ga bakal mati juga nahan nafsu ngerokok selama di pesawat.

Peace!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s