Tanjung Aan, Awal Petualangan di Lombok

Yak, setelah beberapa hari kelewat posting gegara lupa klo punya blog (alesan mulu). Sekarang gue mau posting petualangan gue di Lombok. Bertiga sama temen gue terbang kesana pagi dari Bandara Soekarno Hatta. 2 jam perjalanan sampai lah gue di Bandara Internasional Lombok. Yeay!

Oh iya gue kesana pake travel Mahalang Wisata. Murah looh! 2,3juta udah all in, semua dari tiket pp Jakarta-Lombok, makan enak, hotel penginapan 3d2n, penyebrangan, parkir, mobil, guide, bensin, bla bla bla. Pokoknya tinggal ongkang-ongkang kaki—pake kacamata—duduk manis—nikmatin!

Karena disana buanyak tempat wisatanya, kali ini gue bertiga temen gue berniat untuk fokus meng-explore Lombok Tengah, Barat, Selatan, Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Dan dari sekian banyak itu, izinkan gue ngebahas Tanjung Aan di postingan ini.

Yoi! Sampai bandara, langsung dijemput guide pake mobil avanza, dan destinasi pantai pertama kita adalah Pantai Tanjung Aan! Pantai ini terletak di selatan Pulau Lombok. Pantai pertama aja udah keren menurut gue! Pantai ini unik bro, dimana di pantai ini lo bisa dapet dua jenis pasir yang berbeda. Pantai pertama disebelah kiri, kaki lo bakal berkenalan sama pasir yang disebut penduduk lokal sebagai pasir merica. Dimana warna nya yang coklat keemasan dengan buliran yang agak besar ketimbang pasir biasanya. (Bukan bulir jeruk yah)


Kedua pantai tersebut dipisahkan oleh bukit kecil seperti foto dibawah ini.


Nah dipantai ujung sana itu pantai sebelah kanannya (ini keliatannya ada dikiri, posisi gue ngambil gambar madep daratan soalnya). Pantai ini pasirnya putih, halus kaya tepung. Seru dua-duanya menurut gue. Yang satu halus banget yang satu kerenyes kaya krispi ayam. Hahaha


Dan ini penampakan dari atas bukit yamg memisahkan kedua pantai itu. Terlihat diseberang jga ada bukit (sok nyeritain padahal lo juga bisa liat sendiri difoto). Tanah dibukit yang gue injek kayanya gersang banget ya coklat gitu. Itu karena gue datengnya pas penghujung musim kemarau, hujan belum ada, sedang jejak keringnya nyanter banget. Tapi klo lo datengnya pas penghujung musim hujan kaya sekarang nih. Dijamin berumput itu bukitnya, hijau lembut warnanya (kata guide gue, mas Dresta). Tapi gue cek di IG bener kok, yang posting foto ya bulan-bulan ini. Emang sejuk banget disana, beda banget sama pas gue kesana, gersang, coklat tapi enak banget buat liat air klo cuacanya panas. Hahaha

Narsis dikit gapapa kali ya bro. Hehe

Oh iya satu lagi, pesen gue sih. Klo nanti kesini. Kemana pun deh. Yang pake guide, please! Apapun saran dari guide lo, turutin aja. Kaya temen gue kemaren, sebelum sampe pantai, guide gue udah ngasih saran supaya ga belanja disana. Bukan bermaksud menghalangi rejeki mereka (para penjual disana), tapi khusus dipantai ini aja klo kita beli satu jenis dagangan mereka, yang lain ikut nimbrung (semua) minta di beli juga dagangannya. Dan sukses kemaren temen gue bikin mobil kita ga bisa jalan gara-gara dikerubutin para penjual disana.

Persis zombie, di film Land of the Dead. Bukan apa-apa gue ga enak sama guidenya klo sampe lecet mobil dikerubutin massa gitu. Ngeri lah pokoknya. Saran gue sih itu aja, dengerin saran guide lo. Doi yang lebih tau soalnya. Yang ga pake guide bisa cek-cek dulu gimana kondisi penduduk lokal ditempat yang mau lo kunjungi, selain buat jaga-jaga kaya yang gue sebutin diatas. Minimal lo tau lah sikap penduduk lokal disana so next pas lo kesana, lo bisa menghargai mereka. Sekian dulu ya postingan gue kali ini. Panjang juga hehe.

See ya next post!

Advertisements

3 thoughts on “Tanjung Aan, Awal Petualangan di Lombok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s