Kuy ke Krui

Setelah gue harus menyaksikan kegalauan nyokap yang bingung mau ikut ke Bengkulu atau enggak, akhirnya nyokap ikut dan kita bawa mobil karena klo ada nyokap bensin aman, bahaha. Karena itu juga gue akhirnya bisa lewat Krui (lagi)! Pada postingan kali ini gue mau bahas soal pantai Krui yang kece, tapi sebelumnya gimana kabar kalian readers? Seger pasti nih ya setelah libur akhir tahun usai, kayanya kalian juga punya segudang cerita nih hahaha. Ditunggu juga ya postingan serunya! 🙂

*foto lama bersua kembali

Oke langsung cerita aja ya, setelah keluar kapal di pelabuhan Bakauheni gue butuh waktu sekitar hampir 10 jam untuk bisa sampai ke kota kecil yang terkenal dengan pantai berombak besar ini. Kotanya kecil ombaknya besar, badannya kecil anunya besar #eh anu itu maksudnya jiwa (everyone in this room are know what u mean idiot) *hihihi ya gimana dong, canda kan iituh 😅*.


*pertama ke Krui norak dan langsung mejeng diatas pohon

Sebenernya Krui punya banyak pantai kece, buaanyaak. Seriusan, bahkan sodara gue yang kebetulan ikut nebeng kemarin dijemput di Bandar Lampung dan merupakan salah satu orang yang hapal soal Krui pun mengamininya. Doi bilang yang paling terkenal dari Krui salah satunya adalah Tanjung Setia, cuma posisinya yang menjorok kedalam dan menyimpang dari jalur utama gue menjadi penyebab gue ga mampir ke sana. Krui pun ga cuma punya pantai cantik, tapi jalurnya juga ga kalah ucul, seperti yang pernah gue post di IG 2 tahun lalu (akhir 2015) dan suatu kehormatan di repost oleh akun @bandarlampungku dan @explorekrui.

Nah ini foto aslinya:

*Unyu kan kek gue? (Preeet)


Sedangkan di jalur utama gue melewati pusat Kota Krui dan Pasar Krui, serta jalan kece dan pantai-pantai  yang berjejer di sampingnya. Salah satunya pantai langganan gue diatas. Pantai yang menurut gue kece karena selain indah juga ada hal unik di sana yaitu bangunan-bangunan yang bercorak agama hindu, atau bisa gue bilang lebih terkesan bernuansa “Bali”. Jangan ketawa, meskipun berapa kali ke pantai ini gue tetep ga tau namanya apa. Soalnya sepi banget, begonya gue kemaren giliran ada orang guenya main ngacir aja ke pantai nyari pasir sangking ngebet mau eek berswafoto ria. Intinya khilaf mulu gue klo mampir dimari. :’)




*astaga muka ga ada yang nyantai itu pas ancang-ancang lompat, kak Ruli bodongnya nyantai ajee dong, Endi posenya ya Allah, mohon sabar ini ujian. apalagi mukanya Ari wakak, udah gondrong, masang muka gitu lagi anjir sedih gua lihatnya 😭😭*

Btw bersih kan pantainya, sepi, enak juga. Itu gue masih pake jaket sama endi soalnya Krui itu persis berada setelah kita turun menghabiskan hampir 4 jam dari hutan kawasan yang sebenernya bisa dibilang dataran tinggi, jadi dingin. Begitu turun dari sana, Langsung Krui ini lah yang menyambut. Jadi kaya orang gila kan pake jaket ke pantai, tapi gimana namanya singgah hahaha, ga ada persiapan.

*Endi (sepupu gue) foto bareng nyokap gue, dan karena layar kamera gelap, gue ga bisa lihat hasil foto, dan begitu sampe Bengkulu, kusadari settingan nya ke terangaan huhuuu. Maapkeuun aku yang super pemula ini wakak.


*biar kalian salfok coba lihat ban belakang mobil di latar foto, itu si ari bego banget markir diatas eek kebo. Keliatan ga? Gak kan? Iyalah kejauhan. Hihi.


Sayangnya pantai yang gue singgahi tidak sama dengan 2 tahun yang lalu, tidak ada bunga-bunganya lagi. Mungkin musiman kali ya, ngalah dulu sama duren yang lagi mau musim di sana. Tapi setiap kali gue lewat Krui, ga perduli seberapa ancur jalan, seberapa mendung awan, gue tetep belok ke pantai ini sekedar meninggalkan jejak kaki dan membekukan kenangan sebagai bukti sudah lewat Krui yang menawan. Aaah~

Advertisements

19 thoughts on “Kuy ke Krui

    • Arin kok komen kamu ga langsung otomatis masuk ya? Mesti di approve dulu kaya komen pertama kali aja hahaha. Apa gara2 krn baru log in lg nih gue.
      Iya namanya adek kakak kan Rin -_-, seriusan mirip? Banyak jg yg bilang ga mirip soalnya wkwk
      Iya pohonya ucul bgt minta banget dipanjat hahaha

      Liked by 1 person

      • Aku rela kok Rin, apa aja asal kamuh bahagiah… *ini gue gombal parah plus lebay parah* hahaha
        Klo dibandingin sama ari gue tetep harus pede untuk mengatakan kpd diri gue, lebih keren gue dr dia. Wkwk

        Liked by 1 person

  1. Kenapa gak ketanjung setia???? Ah gak asyik ah sama spt diriku yg dimalam tahun baru yg lain pada heppy” aku malah terbaring nahan sakit,hiks hiks….segitu lamanya masa cuma segitu ah postingan krui nya,hhuffppp

    Liked by 1 person

    • Yaowoh mbaak, tanjung setia dari jalan utama melenceng sekitar 2 jam mbaak, blm balik badannya, gempor dijalan ntar wkwk.
      Yaampun sakit apa lo mba Ulfa? Gwsssss soon nya banyak tuh..
      Sumpah mba banyak bgt sebenernya yg pengen dibahas, salah satunya bakso Krui di pasar Krui, enaknyoooo. Cuman males nulisnyaa kepanjangan jg nanti mbakuu, maapkeeun sudah mengecewakan :’)

      Liked by 1 person

  2. Kruiiiiii, nganu banget yak pantainya. nggak kalah lah sama lombok.ngoahaha
    .
    btw, aku ketawa ngakak liat foto yang siap-siap, tahan, lompat.😆MasyaAllah alay banget dah.

    Like

    • Iya sama-sama kece mba Dhin.
      Itu mode burst mba fotonya, ga dikarang-karang gayanya. Pure totalitas originalitas kegilaanitas kitas. Wkwk *maafkan kealayan gue yg tau-tau muncul bergejolak* 😂😂

      Liked by 1 person

      • ahh senengnya punya keluarga besar yang kompak.
        semoga tetao utuh, kompak, sama tetep kocak begitu yak, bang edo.😂
        masih ngakak liat tu foto.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s