Masih adakah?

“Udah ga ada Rii!” Dengan muka gue agak nyesel, jawaban itu terlontar setelah tersadar lagu Me vs Royal yang sebelumnya keberadaannya ditanya Ari ga berhasil gue temukan (di tiga laptop sekaligus). Entah lupa naro di folder mana atau sudah didelete masuk Recycle Bin dan didelete lagi dari sana. Sepele sih, cuma salah satu band indie favorit di zaman gue SMA dulu sekitar 2008-an. Udah lupa gue dengan mereka. Cuma seketika jadi kepikiran dan pengen denger lagi begitu Ari nanyain. Dan karena indie Me vs Royal bukan seperti indie Burgerkill yang lagunya mudah ditemukan dimana-mana, gue ngerasa bakal sangat sulit untuk bisa mendengarkan lagu mereka lagi. Gue coba berkonsultasi dengan mbah google, dan bener dugaan gue. Ga ada yang bahas mereka. Oke, makin besar aja penyesalan gue. :’)

Seinget gue Me vs Royal berada dalam satu folder bernama Indieslist, bersama The Sigit, Burgerkill, Thirteen, Closehead, Monkey to Millionaire, The Adams, White Shoes, dkk. Memang Me vs Royale ga sekeras Burgerkill ga seindah White Shoes, sekeren Monkey to Millionaire dan sesyahdu The Adams. Tapi namanya indie kan, gue suka dengerin lagu indie bukan karena keren atau apanya, selain menghargai karya mereka, gue ngerasa bener-bener fill in sama bait-baitnya lagu indie. Selalu jujur, bener kan?

Gue terlalu banyak mencoba menyimpan semuanya padahal gue bukan tipe orang yang kuat mengingat. Gausah sama tempat nyimpen, sama lirik lagu mereka aja susah amat ngapalnya dulu. Dan sekarang boro-boro buat nginget lagi di mana nyimpennya, judul yang mau gue cari aja ga inget. Ya elaah. *tepok jidat*

Yang sewarna dengan Me vs Royal tuh seinget gue Closehead, sehingga demi mengobati kerinduan akan suara vokalis Me vs Royal, gue setel lagu Closehead. Untuk Closehead sendiri lagu yang gue punya masih bisa dibilang lengkap, Ari kadang suka ngupdate library. Setiap lagu tuh punya kenangan, seperti yang gue inget perdebatan gue dengan yang lain akan intro pada lagu Closehead yang berjudul “Berdiri Teman”, hey itu dia bilang apa sih di awal lagu? Tahu? Sampai detik ini gue ga tau dia ngomong apa. 😦

Seketika teringat zaman SMA, sepulang sekolah di tongkrongan buka hape setel lagu, yang gue baru sadar hampir 80% lagu SMA dulu semua indie, dihujani lagu-lagu keren dari band-band indie (baik dari dalam atau luar negeri). Indahnyaaa masa-masa itu.

Setiap band Indie punya warna dan kekhasannya masing-masing. Untuk Closehead gue suka karena waktu itu mereka punya lirik yang bener-bener belum pernah gue denger di lagu kebanyakan, asli ga basi. Ga terlalu puitis juga, ga dibuat-buat seakan-akan sastra banget, tapi ga pasaran sama sekali kata-katanya. Kaya “kering kerontang jalan yang terbentang” atau “Merasa kehilangan hanyalah perasaan. Dalam kesendirian, yang ku ingin sosok terangmu kembali” (yang ini kadang suka bikin gigitin keramik), atau lirik dalam lagu Heart of Pop, dalam  lagu ini ga ada bait yang sama, meskipun begitu setelah sekian tahun ga pernah denger, klo disetel masih hapal euy dari awal sampe akhir. Tandanya apa? Tandanya liriknya udah bukan diotak lagi. Wakakak. Dan suara vokalisnya? Merdu enggak, jelek enggak, tapi nyangkut di hati hahaha.

Ini daftar lagu Closehead yang masih ada di list gue:

-Berdiri Teman

-Heart of Pop

-Kekasih Sejatiku Adalah Kesunyian

-Menunggu Bintang Terang

Sisa itu doang hahaha. Gara-gara Ari gue bongkar library lagi, gara-gara doi gue nyanyi lagu Closehead, sekali lagi. Hey Ri! Sekarang tuh zamannya Payung Teduh (kesukaan Ari) dan Endah n Rhesa. Kita malah nyanyi apa (beda zaman, udah kuno gue). Hahaha :’D

“Dulu kakiku hanya beralaskan setapak tanaaaaah–kepalaku pun hanya beratapkan langit kelam–kekasih sejati pun hanyalah kesunyian—di dalam kegelapan yang kuinginkaaaaaaaan.” *uwooo uwooo* udah ah tidur dulu.

“Teruslah men-ce-ke-ra-mi hari, sampai terdampar di ruang sempiiit, tetap ku kan menunggu!!!” *dih, dilanjutin bege*

“tak pernah kulupakan saat kita berdua bersama bercerita di malam, penuh makna~.” *iyah dah bang ampe subuh ini mah*

Advertisements

13 thoughts on “Masih adakah?

  1. Band indie yg penah gue demenin tapi lupa lagunya itu adalah sajamacut, hahaha. Terus ada juga the trees and the wild, jaman album pertamanya rasuk, itu ngefans gila sama mereka. Sekarang eranya payung teduh ya do? Udah ktinggalan banget euy sama musik musik indie jaman sekarang

    Liked by 1 person

    • Wah anjir langsung search gitu, gila juga ya The Trees and The Wild, nemu pamflet konser mereka di Singapore th 2010an. Okeee ini keren hahaha. Itu klo menurut gue sewarna payung teduh lah ya yuk. Agak adem gimana gitu musiknya heheee

      Like

  2. Selain liriknya (mungkin) dianggap jujur, yang aku suka dari musik indie, karena mereka mandiri dalam bermusik, menggarap album, mengadakan konser, dll. Mandiri nya ada yang bener2 sendiri, ada yang cuma dibantu label kecil, atau banyak hal lainnya yang dirasa patut untuk dihargai, gak cuma dinikmati. Ehe.

    Liked by 1 person

    • Betul mba Fasyaaa, perjuangannya itu looh. Emang mesti dihargai, respect bgt sama mereka-mereka. Apalagi klo udah nyantol ya mba, macam bandaneira, anjir gue lihat bnyk syekali yg sedih ditinggal bubar. Keren parah.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s