Menjumud Waktu

Now Playing: Something Just Like This – The Chainsmokers ft. Coldplay

Ada suatu masa yang benar benar ingin ku jumud

Ingin ku beku

Ingin ku hentikan agar mengekal

Agar setiap embus napasku dapat melekap

Setiap cerling ku mendekap kesan menakhlikan tikas
Suatu waktu

Benar-benar suatu waktu

Ketika matahari masih berseri di kaki langit

Ketika angin yang kuhirup buas sebuas ia menyeka rambutku

Ketika aku dia kamu menyabur limbur

Aku kamu dia berpumpun lengkap tanpa cacat

Tanpa kurang suatu apapun

Tanpa tuntutan untuk menjadi seperti apa

Tanpa rasa bersalah sehingga langgas tertawa
Bukan seperti ini

Ketika aku kamu dia sibuk sendiri

Mengejar mimpi

Terpaksa menelan cerita demi menaklukan bumi

Cerita kita kini tak ada lagi?

Kuharap suri

Bahkan angin di tempat duduk biasa ku berdiam diri sudah tak sama lagi

Tapi memang seperti ini kan? 

Semua berubah tak bisa dicegah
Senjaku kini tak seindah biasa

Jingga ku kini sedikit memudar

Hitam warna merah ufuknya

Biru warna coklat mataku

Putih warna hitam rambutmu

Kau tak pernah benar benar tua

Setidaknya tak pernah benar-benar hilang menguap
Ah

Ada suatu masa yang ingin ku jumud

Benar benar suatu masa

Dan kini aku sering memikirkannya

Mengenangnya

Mencumbunya

Lalu pertanyannya bukan kah aku sedang mengulanginya?

Uzbek (Uzung Bekasi)

4 Maret 2017

Tulisan mode cepat via mobile app, edit as soon as possible. Ketika berjumpa laptop.

From Evil Dead to Don’t Breathe

“Now you’re gonna see what I see.”

-The Blind Man

“300k. Boom!” Seru Money. Siapa yang ga pengen coba uang sebanyak itu. Dalam bentuk dolar lagi kan, rupiah aja masih pengen gue wakakak. Setidaknya itu yang bikin aturan kelompok belajar perampok Rocky, Alex, dan Money goyang. Mereka ini spesialis perampok rumah yang punya rule keren, ga boleh ambil uang dan ga boleh membunuh. Untung sekarang tv udah flat, coba Rocky adalah perampok tahun 90-an, ngangkat-ngangkat tipi tabung. Dan gitu pas udah capek capek ngangkat keluar ga taunya yang diangkat tabung oksigen, boom! *ada KUA?* *brb*

Oke! Seenggaknya si ayang gue satu ini ga hidup dalam cerita era 90-an. Jadi lupakan khayalan aneh gue barusan. Btw sebelum gue bahas film ini gimana kabar kalian? Semoga masih setia sama blog gue ya, seperti lo setia sama dia meskipun dicuekin, eaaa. Oh iya film ini keluar akhir Agustus tahun lalu dan gue tonton awal September, sebenernya gue mau bahas film ini dari September tapi berhubung postingan gue ga teratur dan masih acak, kadang ide untuk nulis review film timbul tenggelam karena selama ini gue selalu ambil ide dadakan. Alhasil apa yang mau gue bahas selalu random dan dampaknya sub-kategori gue ga rata. Bahkan ada sub-kategori gue yang masih kosong (menyedihkan).

Dan berkat rencana gue untuk teratur dan terjadwal dalam menulis di tahun ini seperti tertuang pada post sebelumnya, kini gue bisa melihat ide-ide gue dengan jelas dan ga random. Emang ya sesuatu yang kita rencanakan lebih dulu itu selalu berdampak baik. Sooo, lanjut bahas film. Gue ga mau panjang bahas film karena gue ngeri spoiler. Jari-jari gue tuh udah teriak “Om spoilerrrr om!!!” Hahaha.

Diatas adalah trailer untuk film Don’t Breathe yang bergenre thriller horor. Ini merupakan salah satu film yang bikin gue nurut sama judulnya. Serius, dari sekian banyak film, beberapa memang ada yang sukses bikin gue nahan napas. Tapi ini adalah film yang judulnya berhasil bikin gue manut, biasanya klo judulnya dari awal (uda bocor) kalimat perintah gini kan gue suka suges buat ngelawan. Tapi kadang ditengah film ini gue kaya sumpek, ternyata baru sadar kelamaan nahan napas, wakwak.

Hal yang gue salut dari film ini adalah: 

1. From Zero to Hero

Latar film yang hampir 80% cuma di dalam rumah, membikin budget yang dibutuhkan film ini ga begitu besar. Meski tanpa efek CGI yang super canggih nan mahal, ga membuat kualitas film ini berkurang sama sekali. Film ini boleh dibuat dengan dana kecil tapi ga bikin film ini minder nemplok di puncak box office Amerika saat itu. Karya orang-orangnya Evil Dead gitcuu looh.

2. Cerita yang Keren

Banyak faktor yang bikin sebuah film dipuji banyak orang salah satunya jalan cerita. Cerita yang ditawarkan Don’t Breathe adalah keren parah. Dengan setting tempat sesempit itu, penggabungan alur yang cepat (gue selalu kagum sama film keren dengan alur cepat) dan cerita yang twist, sometimes membuat gue mikir ulang “Ini yang jahat sebenernya siapa sih?” Atau memutar-balikkan PW (posisi wuenak), yang tadinya komplotan Rocky yang pw dikit lagi dapet duit tiba-tiba berubah 180 derajat menjadi Rocky CS yang terkurung dan diburu si bapak buta dan kemudian lebih terkesan seperti petak umpet dalam rumah. Juga banyak kejutan-kejutan lainnya yang siap menggegarkan opini-opini, persepsi-persepsi yang sudah gue bangun–diruntuhkan-bangun-diruntuhkan lagi, just repeat it haha. Keren deh pokoknya!

3. Pemeran Rocky

Akting Jane Levy yang memerankan Rocky dalam film ini keren parah. Doi nih yang bikin gue nahan napas, soalnya kan mukanya cakep tuh. Terus saat mukanya selayar penuh pandangan kita pasti ke doi dong, komuknya itu loh, cantik total banget. Kadang pas die nahan napas gue pengen bantu ngasih napas buatan aja, eh ngikut bantu nahan napas maksudnya. Tau-tau ya itu tadi, rasanya sumpek aje—lupa napas. Wakwak.

“Just because he’s blind, don’t mean he’s a saint, bro.”

-Money

Masih banyak lagi sih sebenernya, inti dari review film kan sebenernya cuma dua yaitu rekomendasiin lo untuk nonton, atau sebaliknya yaitu ga nganjurin lo nonton. Ya kan? Dan gue dengan senang hati merekomendasikan lo nonton ini. Meskipun udah beberapa bulan, toh juga gue rasa waktu film ini keluar, lo pada nonton Sucuide kaan???? Hahaha. Film ini barengan sama Sucuide Squad dan kalah pamor soalnya. Jadi wajar juga sih klo kalian sempet ke-skip kemaren. Tapi justru gue kurang suka sucuide squad, entah kenapa mungkin karena pemeran jokernya bukan Heath Ledger. *sedih inget doi udah mati beneran*

Kesimpulannya sih gue suka film ini dan gue rekomendasiin. Gila ga ada spoiler kan tulisan gue? Pokoknya kalian yang belum nonton cobain deh, kalian bakal maklum dengan kehebatan bela diri pas tau ternyata si Bapak Buta itu veteran tentara, bakal kaget begitu tahu si bapak buta ternyata menyimpan seorang wanita yang menabrak mati anaknya terus dihamilin buat gantiin anaknya yang justru ga sengaja kebunuh sama Rocky terus Rocky dijadiin next pregnant program (wakakak istilah gue, intinya sih celamitan sih nih aki-aki. Meskipun gue juga mau), tapi ga kejadian karena diselamatkan oleh Alex yang sebenernya suka sama Rocky meski Alex nya justru harus mati dan setelah perjuangan berat akhirnya Rocky sendirian dari kelompoknya yang keluar dengan selamat. Selesaai. Hahahaha canda itu spoiler gue ngasal kok, beberapa ada yang lupa, apa gue lanjutin lagi nih? Ha? Kenapa? Jangan? Okeee deh klo gitu, selamat menonton yaah. See y’all again in Friday!!

Revolusi Mental

Jangan salah sangka, ini bukan revolusi mental yang dicanangkan presiden kita ya. Mental di sini bukan mental yang bersangkutan dengan batin dan watak, tapi mental yang berarti terpelanting. Kenapa gitu? Karena gini. Eaa dibacaa hahaha.

Serius, belakangan ini mungkin kalian melihat postingan gue yang kebanyakan masuk kategori Tease, yang mayoritas isinya kalimat-kalimat ga jelas dari gue. Maklum ya, lagi ga bersahabat cuaca di sini (nunjuk otak), bawaanya mendung mulu belakangan, tapi ga ujan ya! Hahaha. Maklumi sekali lagi jikalau otak gue yang belakangan ini lagi gesrek (dari dulu). Oke, Februari! Gue akan mulai kembali normal mengeluarkan postingan yang agaknya berfaedah dimulai bulan Februari. Tapi sekarang masih ada 6 hari lagi di Januari, mungkin masih ada beberapa curhatan hati yang dibalut fiksi. Mungkin!

Dan tahun ini gue udah bertekad untuk membuat blog gue selain lebih rapi juga bertekad untuk lebih rutin. Kemudian gue nyoret-nyoret kertas dan lahir lah sebuah schedule berikut ini:

1. Minggu (malam)

Setiap hari minggu gua akan mencoba post untuk kategori Free, bisa Kuliner, Traveling, ama apalagi ya anjir ama kategori sendiri lupa wakakak. Pokoknya untuk mengisi kategori Free deh yang hadir di minggu malam.

2. Rabu (malam)

Rabu malam akan gue isi untuk kategori Mind. Apapun itu bisa tentang sub Review (film, aplikasi, game, dll), Kata Sastra (puisi atau cerpen), bahkan untuk sub Tease (curcol atau apalah yang ini sih suka gaje). Ama apalagi ya di kategori ini sub-nya, ya Allah otak hamba seret amat.

3. Jumat (malam)

Nah jumat malamnya gue isi dengan sisa kategori yaitu Sound, di sini gue akan membahas soal musik (baik itu indie atau major). Tapi kayanya gue mau fokus ke indie luar ( untuk indie lokalnya ku serahkan pada bloger kece lain yang lebih expert, soalnya gue juga kurang update sama indie lokal dewasa ini), dan yang mau gue bahas adalah albumnya (baik itu LP atau EP). Sudah tentu Albumnya yang paling baru atau setelat-telatnya adalah 2 tahun terakhir, seenggaknya ga basi banget ya, hehehe. Gue sih ada rencana buat bagi album (yang dibahas) di sini. Cuma kan ga enak sama musisi nya karena mereka nyari profit dari sana, so mungkin ga akan gue cantumin. Cuma kalo ada yang mau bisa request nanti gue kirim via email. Dan feel free buat yang mau request artis/album yang mau dibahas. Boleh banget!

Dan dengan revolusi mental ini harapannya gue bisa terpelanting ke arah yang lebih waras, diselipin eh disiplin, dan lebih baik kedepannya. Semoga!

Lifeline: Whiteout

Halo readers! Kali ini gue mau ngomongin game, siapa gamer disini? Klo gue sendiri adalah gamer ala kadarnya, ga terlalu addict  lagi sama game. Btw game apa yang paling kalian sukai atau game apa yang paling berkesan buat kalian? PES! Klo gue suka PES!!! Hahaha, sama GTA, AOE juga. Klo yang berkesan itu CTR, entah kenapa ngangenin itu game. Dan sampai detik ini gue masih menunggu perilisan CTR pada smartphone, semoga kejadian! GTA San Andreas aja udah ada untuk ios, masa CTR yang notabene game legenda console PS1 ga ada sih? :’) *sabar menunggu* Continue reading

Kamu dan Kopi

▶️Don’t Go Away – Oasis🎵

Halo apa kabar nih, libur woy libuuur hahaha. Gue abis balik dari Bengkulu, banyak lah cerita. Banyaak, dari dagu (bemper depan) mobil yang lecet-lecet nyium jalan lintas yang lagi parah-parahnya. Ayoolaaah dibenerin dong Pak jalannyaa. Sampe oleh-oleh kopi luwak dari orang Lampung (kakak nyokap) yang sekarang lagi gue bikin. Padahal ga begitu doyan kopi, tapi klo eek luwak boleh lah kayanya niih hahaha. Eeek!! Continue reading