Menjumud Waktu

Now Playing: Something Just Like This – The Chainsmokers ft. Coldplay

Ada suatu masa yang benar benar ingin ku jumud

Ingin ku beku

Ingin ku hentikan agar mengekal

Agar setiap embus napasku dapat melekap

Setiap cerling ku mendekap kesan menakhlikan tikas
Suatu waktu

Benar-benar suatu waktu

Ketika matahari masih berseri di kaki langit

Ketika angin yang kuhirup buas sebuas ia menyeka rambutku

Ketika aku dia kamu menyabur limbur

Aku kamu dia berpumpun lengkap tanpa cacat

Tanpa kurang suatu apapun

Tanpa tuntutan untuk menjadi seperti apa

Tanpa rasa bersalah sehingga langgas tertawa
Bukan seperti ini

Ketika aku kamu dia sibuk sendiri

Mengejar mimpi

Terpaksa menelan cerita demi menaklukan bumi

Cerita kita kini tak ada lagi?

Kuharap suri

Bahkan angin di tempat duduk biasa ku berdiam diri sudah tak sama lagi

Tapi memang seperti ini kan? 

Semua berubah tak bisa dicegah
Senjaku kini tak seindah biasa

Jingga ku kini sedikit memudar

Hitam warna merah ufuknya

Biru warna coklat mataku

Putih warna hitam rambutmu

Kau tak pernah benar benar tua

Setidaknya tak pernah benar-benar hilang menguap
Ah

Ada suatu masa yang ingin ku jumud

Benar benar suatu masa

Dan kini aku sering memikirkannya

Mengenangnya

Mencumbunya

Lalu pertanyannya bukan kah aku sedang mengulanginya?

Uzbek (Uzung Bekasi)

4 Maret 2017

Tulisan mode cepat via mobile app, edit as soon as possible. Ketika berjumpa laptop.

Kamu dan Kopi

▶️Don’t Go Away – Oasis🎵

Halo apa kabar nih, libur woy libuuur hahaha. Gue abis balik dari Bengkulu, banyak lah cerita. Banyaak, dari dagu (bemper depan) mobil yang lecet-lecet nyium jalan lintas yang lagi parah-parahnya. Ayoolaaah dibenerin dong Pak jalannyaa. Sampe oleh-oleh kopi luwak dari orang Lampung (kakak nyokap) yang sekarang lagi gue bikin. Padahal ga begitu doyan kopi, tapi klo eek luwak boleh lah kayanya niih hahaha. Eeek!! Continue reading

Buluh Perindu

Buluh Perindu

Suaramu

Penaka Buluh perindu

Membunuh pilu

Petaka Membuluh rindu

 

Kau menjeru menjulang mentari Merbabu

Menderu merdu menusuk kalbu

Apa ada yang tak ku tahu?

Mengapa kau tersenyum begitu?

 

Diambang pintu dengan senyum mengembang

Aku senang kau pulang

Aku senang kau datang

Aku senang kau mengulang—merunjamku dari belakang

 

Demi lampu-lampu temaram

Demi kapal-kapal yang karam

Untuk mimpi-mimpi mencekam

Untuk setiap hati yang muram

 

Aku datang untuk meregang

Kau pergi dengan melenggang

Kau curang! Menduri untuk dikenang

Bukan aku yang setan, bukan maksudku geram

 

Oh, rasaku. Kini keram..

Diam membungkam

terbenam mengeram menahan geram

Siapapun, tolong! Siapapun!

Buluh ini menyiksaku


Edo

5 hari menuju November 2016

 

 

*fix abis mosting ini manjat pohon ngumpet dibalik rindang daun, umpetin pala do, umpetiiin*

Sub-Kategori Baru

Haloo! Pagi semuaaaa! Ayo semangat, semangat! (Lompat-lompat). Anyway penulisan judul gue bener ga sih ya? Pake strip gitu. Klo salah kasih tau yak. Oke, di pagi hari yang mendung ini gue pengen menceritakan—hmm—bentar. Banyak banget yang mau gue ceritain, dari grup musik gue yang reinkarnasi, ucapan ultah dari seseorang yang tak terduga, gue rep-repan (istilah temen gue, meski gue sendiri ga percaya), rencana mau jalan ke P. Komodo februari nanti (siapa yang hendak turut?) dan gue di cap php-in anak orang (ini paling ga penting). Tapi cerita ini nya entar malem aja. Ini sekedar flash post aja. Continue reading