Hobi Itu Perlu

▶️ 3 am – Honne 🎵


Halooo!! Wuzzup? Apa kabar semuanyaah? Ketemu lagi sama gue (gak merasa bersalah ngilang seminggu meninggalkan komitmen sehari sekali post minimal 3 hari sekali), pasti kangen ya? Iyalah gue ngangenin kan emang (udah diem, iyain aja, jangaan dibantaah!!). Setelah kemaren otak gue keteter sama ini itu, sekarang gue mau manjain otak gue. Mari menulis yang menyenangkan! Ayo otaak pikirkan hal-hal yang lo senangi. Gapapa kok, soalnya kemaren kan elo udah keringetan maraton tuh sekarang waktunya berleha-leha untuk mengkhayal. Masalah kewujud atau enggaknya itu belakangan, toh klo rejeki dikejar ga akan lari kemana. Yang penting seneng-seneng dulu. *seketika gue nyengir-nyengir tengah malem, ketawa sendiri serasa Kim Jong-un dengan segala nuklirnya* Continue reading

Tanpa Asbak, Pesawat Tak Boleh Terbang

Postingan ini disponsori pengalaman gue empat bulan lalu saat terbang dengan salah satu maskapai ke Lombok. Seperti biasa, tidak ada yang aneh dengan penerbangan gue saat itu. Masih sama seperti penerbangan yang lainnya. Sebelum take-off gue pasang sabuk—tutup jendela—makan permen karet (always).

Setelah diatas pun masih nothing special. Pramugari yang menjelaskan tata cara penanganan keadaan darurat, pilot yang ngasih informasi ke kita berada di ketinggian berapa, semua nampak biasa.

Kejadian satu jam pasca-tinggal landas lah yang membuat gue bikin ini postingan. Continue reading

Sunrise atau Sunset? (Post Ulang)

Postingan ini gue mau membahas mengenai sunset dan sunrise. Bukan membandingkan mereka. Yang mau gue bahas kali ini, yaitu elo nya. Apakah elo penyuka sunrise atau penyuka sunset atau mungkin keduanya.

Klo gue penyuka keduanya, tapi pada kenyataannya gue jarang banget ketemu sunrise. Karena gue orang yang bangunnya agak siang. Jadi selalu kelewat moment. Alhasil hampir semua koleksi gambar gue adalah matahari terbenam.

Rata-rata temen gue yang gue tanya. Mereka yang suka sunset juga menyukai sunrise, begitu sebaliknya. Cuma sama seperti gue beberapa diantaranya sulit mengoleksi keduanya karena berbagai alasan.

Kesimpulan yang bisa gua ambil yakni bukan karena salah satu nya lebih indah, menjadikan gue timpang sebelah. Tapi lebih ke gue nya yang masih menyia-nyiakan waktu untuk menikmati keindahan tuhan yang tiada tara.

Egois sih gue ambil kesimpulan sendiri dari apa yang gue dapet sendiri. Tapi ini blog gue kan, jd maaf klo gue nya ngambil kesimpulan sendiri. Lagian gue menyimpulkan tentang gue bukan khalayak umum jg kan. Free mind sound kan judul blognya hehee 😀

Nah elo sendiri gimana? Sunset or sunrise? Ditunggu yah komentarnya. 🙂