Tala Tragis ala Tom Misch

Malam ini gue akan membahas Tom Misch, musisi keren berumur 21 tahun, boom!

Halo, selamat dini hari. Mungkin pagi nanti kalian baru baca postingan ini. Maaf gue telat mulu bikin postingan, pertama sok sibuk dan kedua klo malam sabtu itu malam khusus milik gue. Maen larut, soalnya gue cuma mau main sampe larut itu pas malam sabtu. Klo malam minggu sih buat pacaran (itu pas punya pacar), klo pas jomblo gini, mending tidur gue daripada jalan liatin orang gandengan. Gue tabrak-tabrakin yang ada. Gue bentak-bentak di tempat, emang dia ga bisa mikirin nasib jomblo macam gue? Dia ga bisa bersimpati sedikit sama jomblo macam gue? Seru banget jalan beduaan!!! *bang sabar bang ini kan tadi nulis, terus cerita, kenapa marah-marah bang. Jangan dimasukin hati bang. Inget bang, nyebut. Coba inget lagi tadi mau nulis apa*

Oh iya, mau nulis Tom Misch. Maaf yak, baru bayangin aja gue emosi gimana klo beneran. Sedih kan? :’)

Oke langsung tinggalkan saja keanehan gue barusan. Malem ini, malem yang sudah sedikit bergeser ke pagi, izinkan gue perkenalkan musisi kece kita kali ini. Tom Misch!

Musisi kelahiran Inggris, 25 Juni 1995 ini (anjir berasa ampas gue ketemu anak kelahiran 95 uda punya EP hahaha) selain punya wajah yang agak mirip gue, doi juga punya keahlian yang lain? Apa itu? Ialah piawai memainkan beberapa alat musik, menciptakan lagu, plus menyanyikannya sendiri. Kurang kece apa nih anak? Dan EP (mini album) milik Tom Misch yang mau gue bahas kali ini bernama Reverie. Dan berhubung karena isi EP nya cuma 4 lagu maka gue tidak akan membuat daftar lagu terbaik melainkan membahasnya satu per satu, runut!


Sebelum membahas lagunya satu per satu, genre yang ditawarkan Tom Misch lewat musiknya adalah Pop/Alternative/Alternative Pop/Elektronic. Dan kepiawaiannya memainkan alat musik itu berdampak langsung terhadap kualitas musik yang dipersembahkannya. Sebut saja pada lagu Follow, dan Wish, pada dua lagu ini Tom Misch mampu memberikan nuansa elegan dalam mencurahkan isi hatinya melalui komposisi not-not syahdu yang dihasilkan dari instrumen yang ia mainkan sehingga tercipta aransemen yang berkualitas (apalagi untuk musisi seumuran adek gue ini), mantab parah. Dan gue berani kasih garansi ke kuping kalian akan dimanjakan dengan nada-nada indah ala Tom Misch, di EP ini, karena lagu-lagu dalam album ini enak semua, semuaaa!! 👍🏼

Piano, gitar, bass, dan ketukan perkusi yang bikin gue merasa ada di tengah-tengah kerumunan nada-nada yang membujuk gue untuk berdansa, eaaa. Dan tragis pada judulnya maksud gue adalah menyentuh, Tom Misch mampu membuat kita tersentuh dengan suaranya, lariknya, dan tentu saja musiknya. Setelah membahas sedikit tentang Tom Misch, mari kita lanjut membedah EP-nya. Dimulai dari lagu pertama pada albumnya, Crazy Dream.

1. Crazy Dream (ft. Loyle Carnet)

Ini rima rap nya si Loyle keren parah di lagu ini, dan Tom Misch juga ga kalah keren, gue suka sama satu lagu ini. Chill Hop banget, dan dapet parah. Siapa yang suka lagu chill? Ini rekomendasi buat kalian. Bisa liat judulnya kan? Lagu ini menceritakan tentang mimpi aneh, tapi meaningnya bukan denotatif ya. Biar ga kepo, langsung dengerin aja lah. Cek di youtube, atau langsung cari di aplikasi musik kalian.

2. Follow

Lagu Follow ini iramanya agak-agak mellow gitu. Tapi cakep banget, simple banget. Berbanding terbalik dari lagu Crazy Dream, di lagu ini baitnya sedikit. Selain karena ga ada sajak rap (yang notabene minimal 8-16 bar sendiri dalam satu versenya), Tom Misch juga ga berbelit-belit mengungkapkan maksud hatinya pada inti lagu ini yaitu meyakinkan si Ayang kalo doi selalu mendukung dan mengikuti kemana Ayangnya melangkah.

3. I Wish

Lagu ini elegan, kualitas ciamik. Di lagu ini Tom Misch menuangkan keromantisannya melalui sajak-sajak mesranya yang berpadu dengan kualitas musiknya dengan menawan. Cuma berharap semoga kamu tau di manapun aku berada, di manapun kamu berada. Aku selalu memikirkanmu, merindukamu. Karena dimanapun kamu, aku lah matahari di langitmu. Eaaa, kok pas gue yang ngomong agak eneg ya kedengerannya. 😦

4. Watch Me Dance

Nah! Menurut gue masterpiece-nya EP ini ya di lagu terakhir ini. Di awal lagu ini kita akan disambut dengan lantunan biola nan sedih memilukan dan menyayat-nyayat tenderloin eh hati maksudnya, kemudian kita akan terbawa dengan larik sedih yang makin ditekan lagi ketika petikan gitar menerpa lembut perlahan, dan boom! Kemudian kita dilempar untuk mendarat di irama-irama yang “bergejolak” dan membangkitkan hasrat dalam diri untuk berdansa dengan nada dan kenangan bersamanya, yang brengseknya sesaat kita sudah terbuai dibuatnya, Tom Misch melempar kita balik ke irama tragis sebelumnya, begitu kita baper dilempar lagi untuk berdansa. Gitu aja terus ampe akuarium tukang rujak diisi ikan, bukan buah-buahan lagi. :’)

Pepatah lama mengatakan “Dibalik tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”, maka pada lagu ini “Dibalik musik yang apik, ada video clip yang artistik.” Silahkan meluncur langsung ke Youtube klo ndak percaya. Tak terasa sampai di ujung acara, eh ujung Bekasi, eh ujung bahasaaaan. Seperti biasa  sebelum ditutup gue mau ngingetin bagi yang mau EP dari Tom Misch ini bisa tulis email kalian di kolom komentar, diusahakan secepatnya akan gue luncurkan ke abang mpok sekalian. 

Btw minggu depan gue mau bahas album barunya FKJ (akhirnya doi ngeluarin album lagi), itupun klo uda rilis. Atau sembari nunggu FKJ, gue bahas albumnya Shura? albumnya Aquilo? Jack Garrat? The xx? Dope Lemon? Electric Guest? Ah! Honne? Enaknya yang mana yaaa, hahaha. Next week ajalah ya biarkan menjadi misteri dulu. Btw selamat weekend, selamat liburan dan sampai jumpa!

Play It, Oh Wonder!

Oke lanjut ke postingan selanjutnya, maafkan postingan ke dua ini sedikit telat karena tadi setelah posting Illenium, ada telpon dari temen yang lagi curhat abis putus. Biarin aja gue dengerin doi dua jam curhat, dua minggu “lagi” juga uda cengar-cengir “lagi”. Temen perempuan gue gitu kebanyakan, awal sedih selanjutnya riang lagi. Tapi lumayan dua jam dengerin orang ngarul ngidul hahhaa. Oke lupakan temen gue yang lagi galau berat, lanjut ke pembahasan. Nah seperti biasa setelah gue bahas musik major, gue akan membahas indie. Kemudian siapakah indie kita kali ini? Datang dari Inggris sepasang muda-mudi dengan musik elektronya atau dikenal juga sebagai duo alternative pop, yaitu Oh Wonder. Jika membahasa indie maka gue akan membahas album. Dan LP mereka yang ingin gue bahas kali ini merupakan album perdana yang mereka produksi sendiri, keren yak? “Iya bang.” Gue keren ga? “Skip langsung boleh ga bang?” *suek*

Yak perkenalkan si cewe di atas namanya Josephine Vander Gutch dan si cowo namanya Anthony West. Cantik ya si Josephine? Biasa aja, gantengan juga Si Anthony. “Wah bang, abang belok ya?” Kagaaak, canda jir. Hahaha. Emang cantik si Josephine ini sangking cantiknya dia mengingatku pada dia yang… syudah lah. “Kok sudah bang, belum jalan. Jalanani dulu aja sih bang.” Gue gaplok ntar lo yaak motong gue mulu dari tadi. Diem napa neng. “Oke bang.” Gitu dong.

Nama album yang mau gue bahas adalah Oh Wonder. Biasa, album perdana kadang dinamain pake namanya sendiri, hahaha. Dalam album ini terdapat 15 track puas lah untuk dengerin lagu elektro pop khas Duo yang klo manggung punya ciri huruf O dan W di latar panggungnya ini. Dan karena banyak, maka gue akan mengulas setidaknya 5 lagu pada album mereka, lagu apa aja itu? Mari simak selengkapnya. Tapi sebelum membahas lagu mereka, setiap grup, band, solo, duo, trio, quartet, kuntet eh quintet atau apapun itu, pasti punya ciri khas nya. Ya kan? Dan klo gue dengerin OW mereka punya khas yaitu bridge yang syahdu di setiap lagunya, setidaknya di lima lagu berikut ini.
5. Drive

Menyerah mencintaimu, seenggaknya sih itu intinya yang gue tangkep. Nah loh, iya cek langsung aja ya lagunya. Enak serius, nada elektro berbaur dengan merdu biola tuh bikin gue pengen ngedance aja bawaanya sama lagu galau satu ini. Meskipun bertema agak kelabu tapi di bungkus sama nada-nada gembira khas Oh Wonder, terlebih suaranya Josephine di lagu ini kok ga keliatan sedih, galaunya elegan nih doi, hahaha.

4. Livewire

Klo ini lagu isinya soal pengharapan seseorang kekasih yang baru jatuh hati, biasa klo lagi kasmaran kan ekpektasinya tinggi tuh. Udah tinggi ga taunya kekasihnya tukang ngibul—terus trauma—terus bilang tau gini mending pacaran ama tukang getuk seenggaknya manis kuenya, merdu suara kasetnya, eaaa. Gak lah ya, canda aja itu. Intinya ini lagu isinya sih pengharapan seseorang yang lagi kasmaran lah kurang lebihnya. Dan lagu ini juga punya bridge yang ngena banget. Monggo di cek langsung di youtube, atau spotify dan sejenisnya.

3. Without You

Ini sih menceritakan betapa rapuhnya daku tanpamu Yang, seriusan Yang. Aku tanpamu bagai bunga bangkai tanpa lalat Yang. Hampa—kosong. Kaya goal Barca lawan PSG kemarin Yang, kosong padahal udah kebobolan empat. Bagaikan SPBU yang belum dapet jatah BBM Yang, tulisannya “Kosong”. Kaya buka catetan aku waktu sekolah dulu Yang, kosong. Kaya teriakan kenek Mayasari Bakti yang udah tau bis-nya penuh sesak tapi masih bisa teriak “Kosong”, otaknya kosong . Kosong—rapuh. Dan Oh Wonder paham betul soal sajak-sajak kekosongan tanpa kehadiranmu. Apalagi bridge nya, syahdu Yang. Langsung cek ya!

2. Midnight Moon 

Ini lagu diciptakan untuk kalian pecinta tengah malam. Setel lagu ini, enak. Beat yang nyantai dan syahdu banget untuk menemani kalian beraktifitas di tengah malam, jadi babi ngepet misalnya. Terus pake headset, pas keliatan sama warga diteriakin “Ada Babi pake Headset!” Terus ketangkep, pas dicek lagi dengerin Oh Wonder. Langsung di kandangin jadi hiburan orang. Seenggaknya jadi babi mesti kece juga ya kan. Hahaha tapi serius, lagunya ini enak apalagi pas “part” menuju bridge, ah enak banget tune nya.👍🏼

1. Landslide 

Longsoran kata-kata bijak dalam lagu ini seakan menimbunmu ke dalam rasa nyaman akan kehadirannya pada masa-masa sulitmu. Intinya klo sedang dalam keadaan terpuruk, kalian tau jika dia selalu ada untukmu, ya kan? Cie mesem, itu belek bersihin dulu baru nyengir. Tune elektronik buatan Oh Wonder di lagu ini super kece, enak banget didengerin ketika sedang menghadapi keadaan ga bagus. Tapi tetap tegar, karena apa? I’ll be there for you, you know. Cuih.


Masih banyak lagu kece di album yang mereka keluarkan hampir dua tahun lalu ini, salah satunya lagu favorit gue yaitu Body Gold yang punya bridge ga kalah kece dengan lima lagu di atas. Cuma karena lagu itu suka mengenangkanku padanya yang cantik tapi suka tiduran di jalan (orang gila kali), sehingga lebih baik di skip aja. 

Body Gold, Technicolour Beat, dll. Mending langsung kalian dengerin, bisa cek lewat Youtube, Spotify (sejenisnya), atau seperti biasa untuk kalian yang mau albumnya. Bisa langsung komentar di bawah, cantumkan email. Dan gue akan meluncurkannya. Oh iya minggu depan gue akan membahas EP dari Tom Misch. Akhir kata, selamat subuh, see ya!

Illenium dengan Segala Nadanya

Halo selamat malam sabtu, selamat berakhir pekan. Mau ke mana nih? Oh iya kalo mau jalan jangan lupa siapin gadget kalian buat dokumentasi, di zaman “no pict = hoax” ini, sepertinya kita dituntut banget ya untuk mempersiapkan bukti-bukti jika kalian sedang tamasya. Klo gue sendiri sih ga perlu, soalnya justru klo lagi jalan suka diem-diem soalnya banyak yang nitip oleh-oleh wakakak, btw klo kalian ingin buat video pas banget sama postingan kali ini, kenapa? Mari simak selengkapnya wakakak. 


Malam ini gue mau membahas DJ kece dari Paman Sam, Amerika. Yak langsung aja ya! DJ Illenium ini punya nama asli Nick Miller. Si Nick ini punya banyak lagu, cuma tau sendiri lah ya DJ kan suka sampling lagu orang, alias nge remix. Salah satunya lagu Oh Wonder berjudul Shark yang kalian udah denger minggu lalu di postingan sebelumnya. 

Si Nick ini udah punya album, namanya Ashes, yang dikeluarkan tahun lalu. Yang gue mau bahas beberapa lagu nya di sini, dan sebelum jauh kesana gue mau kasih rekomendasi untuk kalian yang mau bikin video perjalanan  wisata kalian atau sejenis itu lah ya, kalian bisa pake lagu dia. Lagu dia menurut gue enak untuk backsound video. Apalagi untuk video yang mau kalian unggah di IG, makin kece dengan lagu doi. Cuma gue ga tau klo untuk di upload ke youtube, kena copyright atau enggak. Setau gue sih si Nick ini menggratiskan lagunya, klo kalian mau download bisa langsung buka soundcloud-nya Illenium.

Dan seperti biasa gue akan buat daftar beberapa lagu andalannya, juga termasuk rekomendasi gue untuk jadi backsound video kalian. Diantaranya: Afterlife, It’s All on You, dan Fotress. Jangan terlalu fokus sama lirik atau judul karena kadang lagu dan lirik itu punya lebih dari satu makna. Itu salah satu kehebatan musisi yang bisa bikin lirik-lirik begitu kan. Terlepas dari itu kalian dapat satu kepastian yaitu nada yang super duper kece, seriusan. Kece!!! Let’s play it!

1. Afterlife

Lagu ini punya lirik yang keren menurut gue, kehebatan DJ saat buat lagu itu sekali lagi menurut gue adalah punya lirik yang bermakna luas, entah karena doi kebanyakan bikin nada dan pusing bikin lirik sehingga main aman. Ataaau, atau justru sebaliknya, kejeniusan DJ meramu kata-kata sehingga memiliki banyak makna, untuk merangkul semua pendengarnya sehingga merasakan hal yang sama. Dan menurut gue sih DJ itu jenius, sebut DJ yang kalian tau, perhatikan liriknya. Mereka pasti punya lagu dengan lirik ambigu, entah apa tujuannya. Tapi menurut gue mereka ingin menyentuh semua perasaan pendengarnya, apapun kondisi(mood)nya, DJ memikirkan itu sehingga musiknya bisa diputar disetiap momen. Meskipun terkesan main aman. Tapi, tetep gue bilang itu sebuah kejeniusan. Kecuali DJ bang Karto (ini siapa? Sample), itu tuh DJ yang ngeremik (pake k) lagu dangdut orang (sample lagi). Au ah lap.

2. It’s All On You

Lagu ini pun ga luput dari lirik-lirik kece bermakna luas. Ga menerangkan secara gamblang siapa “you” apa itu “gold”-nya, seperti apa “home”-nya. Yang jelas Nick ini bikin lirik ga sembarangan, dan gue rasa Nick ingin semua manusia yang mendengarkan bisa merasakan liriknya entah siapa-entah apa yang jelas setiap manusia punya ceritanya masing-masing. Ya kan?

3. Fotress

Lagu ketiga ini sama dengan dua di atas, sebenernya ga cuma dua di atas tapi hampir semua lagu di album Ashes, hahaha. Emang kece lagunya Illenium ini. Seriusaan. Cek liriknya, pasti setiap manusia bisa/pernah merasakan apa yang ditulis Nick yang punya lambang burung sebagai huruf N pada Illenium-nya ini, secara ga langsung Nick pengen kita diem—denger—dan meng-iya-kan liriknya. Kejam? Iya bre, kadang suka kejam musik. Apalagi klo nadanya juga mendukung, hahaha. All the weapons are useless, you use your heart as a fortress. Simple, luas, cuma pernah, 😢😢😢 wkwk.

Dan terlepas dari lirik yang ambigu, ketiga lagu yang gue bahas barusan itu punya beat/instrumen/nada yang super duper kece untuk jadi backsound video kalian. Meskipun banyak lagi sih lagu yang bisa kalian pakai. Tapi ga ada salahnya daftar gue di atas jadi daftar musik kalian untuk video yang cocok dengan musik atau liriknya. So, segitu dulu penjelasan gue, if this night is not forever, at least we are together. Bareng sokap? Bareng tante kunti? Anjir!!! Ada request artis major yang ingin gue bahas di sini? Jangan sungkan masukkan namanya di kolom komentar okaay!!! See ya again homie!

The Bohicas, Indie Rock dari British yang Cadas!

Setelah membahas Major Rock yaitu One Ok Rock pada postingan sebelumnya, maka untuk menggenapkan tema malam ini yaitu genre Rock maka pada postingan ini gue akan membahas dari Indie yaitu The Bohicas!!! Sebelumnya gue mau ngasih tau untuk Indie gue akan membahas Album mereka. Maka setelah kalian tau, ijinkanlah daku memulainya. Kuy!

The Bohicas sendiri merupakan band dari Inggris yang didirikan pada tahun 2013. Band ini beranggotakan 4 orang yang diataranya dua berkulit putih yaitu Dominic McGuinness yang merupakan vokalis merangkap gitaris dan drumer mereka Brendan Heaney, dan dua berkulit gelap yaitu Dominic John pada gitaris dan bassist Andrian Acolatse. Eits jangan suudzon sama gue itu rasis hanya karena membawa warna kulit mereka, justru tujuan gue adalah memberi tau keunikan band ini salah satunya ada kesolidan mereka meramu lagu dalam satu visi band tanpa melihat dari warna kulit mereka berangkat. Hebat kan? Continue reading

Ketika Jepang Mengguncang Telinga

Oke masuk Jumat malam, tapi ini lewat tengah malam Do. Jatohnya sih Sabtu dini hari, tapi gapapa lah masih mending. Kok mending? Iya kan mending dini-hari daripada dini-kahin siri ye kaaaaan? Iya aja udah, ngalah yang waras. Asik judulnya agak ngerih nih. Tapi emang ngeri band Rock satu ini. Band Asia yang mendunia, ga banyak. Tapi ini salah satunya, boleh dong ikut berbangga? Hahahaseeek, oke mari sambut! One Ok Rock!!!

Ok, postingan ini lahir karena sebelumnya ada request dari salah satu bloger kece kita yaitu Audhina yang meminta membahas tentang band satu ini. Maka kali ini gue akan membahas band yang berangkat dari label Major yaitu Fueled by Ramen. CMIIW. But, Major atau indie bukan hal utamanya, hal terpenting adalah kita harus menghargai mereka yang sudah berkarya menghibur kuping yang haus nada-nada ini hahaha. Dan setelah gue pelajari tentang band ini, inilah sedikit review dari gue yang cuma setangkai cabe rawit gorengan yang tak diinginkan wkwk. Go on!


Band yang terbentuk di Jepang tahun 2005 ini beranggotakan Takahiro Moriuchi, Toru Yamashita, Ryota Kohama, and Tomoya Kanki. Dan harus gue akui band ini keren, keren parah! Kenapa? Karena ga banyak band yang berasal dari Asia yang mampu mengguncang telinga dunia, dan terbukti salah satunya adalah One Ok Rock yang mampu melakukannya. Band yang sudah punya banyak pendengar setia salah satunya yang request postingan ini hahaha. Boleh lah mba Dhin, sarannya. Hehee

Disini gue akan bahas dua lagu dari mereka yaitu The Beginning yang memiliki viewer sebanyak kurang lebih 80 juta, juga lagu yang baru diupload video klipnya di youtube 2 minggu lalu yaitu American Girls. Langsung gan komentarnya!!!


Yak langsung masuk lagu pertama, lagu yang keluar sekitar 4 tahun lalu ini memiliki viewer sebanyak 80 juta, wah keren sangat lah. Tapi masih kalah ama bang Alek, karena bang Alek yang terbaik, bang Alek paling SWAG, dan bang Alek paling fenomenal sejagat raya. Ya ga bang? Yow yow disini ada tangga, disini ada kursi, yow yow!!! 😝

Sekarang serius, kalian bisa lihat dari komentar-komentarnya, yup betul banget, lagu ini bener-bener menuai pujian dari banyak penikmat musik di berbagai belahan dunia, salut! Lagu Rock ini, menurut gue sedikit bernuansa Jepang, yaiyalah kan ada bahasa Jepangnya, klo Jawa nyinden breeee… lah iya juga loh. Sok iyaaa maksudnyaaa!!!! Hahaha. 

Untuk lagu-lagu One Ok Rock, jangan pernah mengira jika Rock Jepang berbeda dengan Rock-Rock lainnya, mereka hanya berbeda jika dibandingkan dengan rok costumer service. Karena seksian mba-mba nya (apaa ini?) hahaha. Ga deng, maksud gue mereka ini ga ada beda soal warna musik Rock biasanya, suara vokalis yang ehem, raaawwwk, distorsi yang rusuh sana sini, dan hentakan drum yang mampu membuat mata berkedip karena nyetel musiknya kekencengan. Hihihi. So, buat kalian penyuka musik Rock Jepang, inilah surga untuk telinga kalian.


Okeeeee, sekali lagi gue harus bilang ok. Satu lagu ini emang ok! Untuk lagu ke dua ini, masih anget video klipnya. Alias baru dua minggu umurnya. Dan hebatnya One Ok Rock mereka konsisten mengeluarkan lagu-lagu keren yang mampu diterima dengan baik oleh penikmat musik, Banyak komentar positif akan karya-karya mereka dan memang itu berbanding lurus dengan lagu mereka, band yang menurut gue terdengar sedikit mirip dengan Foo Fighters ini, punya banyak lagu-lagu keren. Bisa langsung kalian cek di youtube atau langsung cari Spotify!!!


Kemudian dari komentar berbahasa Inggris banyak juga yang komentar dengan bahasa Jepang tentunya, yang sekaligus gue ga ngerti artinya. Tapi gue yakin komentarnya keren untuk lagu-lagu One Ok Rock!!! Pada lagu American Girl ini gue tidak bisa menemukan ciri khas One Ok Rock yaitu campuran bahasa Inggris dan Jepang di liriknya, meski begitu tetap ga mampu mengurangi sedikitpun sensasi rock yang disajikan One Ok Rock!!!

Dan pada kesimpulannya, One Ok Rock merupakan Band yang mampu mengangkat citra positif kepada dunia musik Asia khususnya Jepang di telinga Dunia. One Ok Rock seakan mengingatkan kita jika Rock itu ga melulu harus berkulit putih kan, dan nih! Kuning juga punya bosss!!! Hahaha. Oke sekian pembahasan dari gue, klo ada yang mau request bisa diproses. Feel free to request anything, tapi jangan yang aneh. Karena gue bukan hotel Krusty yang selalu mewujudkan permintaan konsumennya meskipun aneh-aneh. Lah! Mr. Crab!!!

EP dan LP dalam Musik

Sebelumnya gue mau minta mandat eh maaf sekali lagi kalo kemaren kolup (lupa) sama janji sendiri. Harusnya gue ngikutin kata-kata Jason Statham dalam filmnya Transporter yang bunyinya kurang lebih seperti ini:

“Jangan buat janji yang tidak bisa kau tepati.”

Tapi sama seperti dalam filmnya Sekalipun Frank yang diperankan Statham ini merupakan seorang yang “gentle”, doi sendiri kadang keteteran sama janjinya. Cuma ya namanya cowo, mau kaya gimana keadaannya, janji ya janji. Haseeek, sok tooyzz.

Nah inti dari bacotan aneh di atas adalah gue mencoba untuk menepati janji meskipun bisa dibilang “ngaret” hahaha tapi gapapa lah daripada “ngerut” mending “ngaret”. Hah? … … … ini maksudnya barusan ngomong apaan sih? Makin aneh aja anjir hahaha. Udah deh intinya maaf ya penulis satu ini suka seenaknya dewee heheh. Oke sebelum bahas ini, kenapa sih bahas LP dan EP? Iya gue sengaja bahas ini soalnya nanti ada dua tipe album yang mau gue bahas yaitu EP dan LP tapi sebelum gue bikin banyak artikel pembahasan tersebut, harusnya paham dulu ya kaan?? Kuy lah lanjut bahas judul tulisan ini. Apa itu EP? Apa itu LP? Apa perbedaannya?

EP merupakan singkatan dari Extended Play yang dalam istilah Indonesia-nya dikenal sebagai Mini Album. Karena mini, biasanya dalam album EP terdiri dari 4-6 lagu saja. Banyak alasan kenapa musisi mengeluarkan EP, diantaranya karena belum cukup lagu buat dijadiin Album beneran, atau emang musisi tersebut sekedar ingin menunjukkan eksistensinya di belantika musik.


EP All My Friends – Snakehips

Kemudian apa itu LP? LP adalah Lembaga Pemasyarakatan dan salah satu yang paling besar di Jakarta itu LP Cipinang, ini deket sekolah gue dulu SMA 53 Jakarta. Terusss, terusin aja gilanya hahaha maaf—maaf. Becanda itu. LP dalam musik berarti Long play a.k.a Long Playing a.k.a Long Player, terserah kalian mau nyebut apa. Yang jelas kalo mau ringkas lagi cukup sebut Album. Yap betul! Album yang kita tau selama ini punya sebutan lainnya yaitu LP. Apa saja koleksi LP kalian? LP LP bang. Apa cuuuh? LP nya Linkin Park bang. Okeee. Ada lagi? LP CP bang? Apa lagi cuuuh? Lembaga Pemasyarakatan Cipinang bang. Okee. Ngomong sekali lagi coba, belum gue gesperin aje. Ada lagi ga? Ga bang, udah. Bagus!


LP Compton – Dr. Dre

Lalu apa perbedaan keduanya? Ya jelas beda dong mini album sama album yang sesungguhnya. Dari jumlah lagu dalam albumnya aja sudah ketauan, EP terdiri dari sekitar 4-7 lagu, klo LP ada banyak yaitu 8+. Klo 17+ biasanya bukan dalam bentuk LP tapi 3gp, eaaaa. Bisa aja abang, eneng mau nanjak flay operrr aja dah bawaanya. *gi dah*

Nah sekarang udah paham dong beda EP dan LP? Berarti kita udah bisa mulai bahas album! Dan untuk tulisan berikutnya gue mau bahas musisi dari genre Rock. Gue akan mencoba bedah album band indie British yaitu The Bohicas. Dan untuk major (untuk major sepertinya gue akan bahas lagu aja) gue akan membahas Band Jepang yang sebelumnya sudah di-request oleh Audhina, One Ok Rock! So, see ya next art-icle ma homie!

10 Lagu Mood Boosters Untuk Kalian

Selamat pagi! Jangan lupa sarapan, sikat gigi, ngopi, siap hadapi hari ini, semangat! *berdiri tegap, baru pasang sepatu sebelah*

Ada banyak lagu super pembangkit semangat di dunia ini, uadaa buanyaaak. Dan setiap kita pasti punya lagu kesukaan masing-masing dalam hal ini. Genre apapun itu, up atau deep, solo atau grup, nyambung atau ga nyambung sama masalah lo, yang jelas pasti ada sebab lo suka lagu itu. Bahkan ga penting asalnya indie atau major, yang jelas tujuannya mereka itu satu, berkarya! Kita penikmatnya pasti punya penilaian tersendiri sama karya mereka untuk bisa dinikmati. Dan karya yang dibuat dari hati bakal sampai ke hati pendengarnya. *Eaaa bawa-bawa hati* Continue reading