EP dan LP dalam Musik

Sebelumnya gue mau minta mandat eh maaf sekali lagi kalo kemaren kolup (lupa) sama janji sendiri. Harusnya gue ngikutin kata-kata Jason Statham dalam filmnya Transporter yang bunyinya kurang lebih seperti ini:

“Jangan buat janji yang tidak bisa kau tepati.”

Tapi sama seperti dalam filmnya Sekalipun Frank yang diperankan Statham ini merupakan seorang yang “gentle”, doi sendiri kadang keteteran sama janjinya. Cuma ya namanya cowo, mau kaya gimana keadaannya, janji ya janji. Haseeek, sok tooyzz.

Nah inti dari bacotan aneh di atas adalah gue mencoba untuk menepati janji meskipun bisa dibilang “ngaret” hahaha tapi gapapa lah daripada “ngerut” mending “ngaret”. Hah? … … … ini maksudnya barusan ngomong apaan sih? Makin aneh aja anjir hahaha. Udah deh intinya maaf ya penulis satu ini suka seenaknya dewee heheh. Oke sebelum bahas ini, kenapa sih bahas LP dan EP? Iya gue sengaja bahas ini soalnya nanti ada dua tipe album yang mau gue bahas yaitu EP dan LP tapi sebelum gue bikin banyak artikel pembahasan tersebut, harusnya paham dulu ya kaan?? Kuy lah lanjut bahas judul tulisan ini. Apa itu EP? Apa itu LP? Apa perbedaannya?

EP merupakan singkatan dari Extended Play yang dalam istilah Indonesia-nya dikenal sebagai Mini Album. Karena mini, biasanya dalam album EP terdiri dari 4-6 lagu saja. Banyak alasan kenapa musisi mengeluarkan EP, diantaranya karena belum cukup lagu buat dijadiin Album beneran, atau emang musisi tersebut sekedar ingin menunjukkan eksistensinya di belantika musik.


EP All My Friends – Snakehips

Kemudian apa itu LP? LP adalah Lembaga Pemasyarakatan dan salah satu yang paling besar di Jakarta itu LP Cipinang, ini deket sekolah gue dulu SMA 53 Jakarta. Terusss, terusin aja gilanya hahaha maaf—maaf. Becanda itu. LP dalam musik berarti Long play a.k.a Long Playing a.k.a Long Player, terserah kalian mau nyebut apa. Yang jelas kalo mau ringkas lagi cukup sebut Album. Yap betul! Album yang kita tau selama ini punya sebutan lainnya yaitu LP. Apa saja koleksi LP kalian? LP LP bang. Apa cuuuh? LP nya Linkin Park bang. Okeee. Ada lagi? LP CP bang? Apa lagi cuuuh? Lembaga Pemasyarakatan Cipinang bang. Okee. Ngomong sekali lagi coba, belum gue gesperin aje. Ada lagi ga? Ga bang, udah. Bagus!


LP Compton – Dr. Dre

Lalu apa perbedaan keduanya? Ya jelas beda dong mini album sama album yang sesungguhnya. Dari jumlah lagu dalam albumnya aja sudah ketauan, EP terdiri dari sekitar 4-7 lagu, klo LP ada banyak yaitu 8+. Klo 17+ biasanya bukan dalam bentuk LP tapi 3gp, eaaaa. Bisa aja abang, eneng mau nanjak flay operrr aja dah bawaanya. *gi dah*

Nah sekarang udah paham dong beda EP dan LP? Berarti kita udah bisa mulai bahas album! Dan untuk tulisan berikutnya gue mau bahas musisi dari genre Rock. Gue akan mencoba bedah album band indie British yaitu The Bohicas. Dan untuk major (untuk major sepertinya gue akan bahas lagu aja) gue akan membahas Band Jepang yang sebelumnya sudah di-request oleh Audhina, One Ok Rock! So, see ya next art-icle ma homie!

From Evil Dead to Don’t Breathe

“Now you’re gonna see what I see.”

-The Blind Man

“300k. Boom!” Seru Money. Siapa yang ga pengen coba uang sebanyak itu. Dalam bentuk dolar lagi kan, rupiah aja masih pengen gue wakakak. Setidaknya itu yang bikin aturan kelompok belajar perampok Rocky, Alex, dan Money goyang. Mereka ini spesialis perampok rumah yang punya rule keren, ga boleh ambil uang dan ga boleh membunuh. Untung sekarang tv udah flat, coba Rocky adalah perampok tahun 90-an, ngangkat-ngangkat tipi tabung. Dan gitu pas udah capek capek ngangkat keluar ga taunya yang diangkat tabung oksigen, boom! *ada KUA?* *brb*

Oke! Seenggaknya si ayang gue satu ini ga hidup dalam cerita era 90-an. Jadi lupakan khayalan aneh gue barusan. Btw sebelum gue bahas film ini gimana kabar kalian? Semoga masih setia sama blog gue ya, seperti lo setia sama dia meskipun dicuekin, eaaa. Oh iya film ini keluar akhir Agustus tahun lalu dan gue tonton awal September, sebenernya gue mau bahas film ini dari September tapi berhubung postingan gue ga teratur dan masih acak, kadang ide untuk nulis review film timbul tenggelam karena selama ini gue selalu ambil ide dadakan. Alhasil apa yang mau gue bahas selalu random dan dampaknya sub-kategori gue ga rata. Bahkan ada sub-kategori gue yang masih kosong (menyedihkan).

Dan berkat rencana gue untuk teratur dan terjadwal dalam menulis di tahun ini seperti tertuang pada post sebelumnya, kini gue bisa melihat ide-ide gue dengan jelas dan ga random. Emang ya sesuatu yang kita rencanakan lebih dulu itu selalu berdampak baik. Sooo, lanjut bahas film. Gue ga mau panjang bahas film karena gue ngeri spoiler. Jari-jari gue tuh udah teriak “Om spoilerrrr om!!!” Hahaha.

Diatas adalah trailer untuk film Don’t Breathe yang bergenre thriller horor. Ini merupakan salah satu film yang bikin gue nurut sama judulnya. Serius, dari sekian banyak film, beberapa memang ada yang sukses bikin gue nahan napas. Tapi ini adalah film yang judulnya berhasil bikin gue manut, biasanya klo judulnya dari awal (uda bocor) kalimat perintah gini kan gue suka suges buat ngelawan. Tapi kadang ditengah film ini gue kaya sumpek, ternyata baru sadar kelamaan nahan napas, wakwak.

Hal yang gue salut dari film ini adalah: 

1. From Zero to Hero

Latar film yang hampir 80% cuma di dalam rumah, membikin budget yang dibutuhkan film ini ga begitu besar. Meski tanpa efek CGI yang super canggih nan mahal, ga membuat kualitas film ini berkurang sama sekali. Film ini boleh dibuat dengan dana kecil tapi ga bikin film ini minder nemplok di puncak box office Amerika saat itu. Karya orang-orangnya Evil Dead gitcuu looh.

2. Cerita yang Keren

Banyak faktor yang bikin sebuah film dipuji banyak orang salah satunya jalan cerita. Cerita yang ditawarkan Don’t Breathe adalah keren parah. Dengan setting tempat sesempit itu, penggabungan alur yang cepat (gue selalu kagum sama film keren dengan alur cepat) dan cerita yang twist, sometimes membuat gue mikir ulang “Ini yang jahat sebenernya siapa sih?” Atau memutar-balikkan PW (posisi wuenak), yang tadinya komplotan Rocky yang pw dikit lagi dapet duit tiba-tiba berubah 180 derajat menjadi Rocky CS yang terkurung dan diburu si bapak buta dan kemudian lebih terkesan seperti petak umpet dalam rumah. Juga banyak kejutan-kejutan lainnya yang siap menggegarkan opini-opini, persepsi-persepsi yang sudah gue bangun–diruntuhkan-bangun-diruntuhkan lagi, just repeat it haha. Keren deh pokoknya!

3. Pemeran Rocky

Akting Jane Levy yang memerankan Rocky dalam film ini keren parah. Doi nih yang bikin gue nahan napas, soalnya kan mukanya cakep tuh. Terus saat mukanya selayar penuh pandangan kita pasti ke doi dong, komuknya itu loh, cantik total banget. Kadang pas die nahan napas gue pengen bantu ngasih napas buatan aja, eh ngikut bantu nahan napas maksudnya. Tau-tau ya itu tadi, rasanya sumpek aje—lupa napas. Wakwak.

“Just because he’s blind, don’t mean he’s a saint, bro.”

-Money

Masih banyak lagi sih sebenernya, inti dari review film kan sebenernya cuma dua yaitu rekomendasiin lo untuk nonton, atau sebaliknya yaitu ga nganjurin lo nonton. Ya kan? Dan gue dengan senang hati merekomendasikan lo nonton ini. Meskipun udah beberapa bulan, toh juga gue rasa waktu film ini keluar, lo pada nonton Sucuide kaan???? Hahaha. Film ini barengan sama Sucuide Squad dan kalah pamor soalnya. Jadi wajar juga sih klo kalian sempet ke-skip kemaren. Tapi justru gue kurang suka sucuide squad, entah kenapa mungkin karena pemeran jokernya bukan Heath Ledger. *sedih inget doi udah mati beneran*

Kesimpulannya sih gue suka film ini dan gue rekomendasiin. Gila ga ada spoiler kan tulisan gue? Pokoknya kalian yang belum nonton cobain deh, kalian bakal maklum dengan kehebatan bela diri pas tau ternyata si Bapak Buta itu veteran tentara, bakal kaget begitu tahu si bapak buta ternyata menyimpan seorang wanita yang menabrak mati anaknya terus dihamilin buat gantiin anaknya yang justru ga sengaja kebunuh sama Rocky terus Rocky dijadiin next pregnant program (wakakak istilah gue, intinya sih celamitan sih nih aki-aki. Meskipun gue juga mau), tapi ga kejadian karena diselamatkan oleh Alex yang sebenernya suka sama Rocky meski Alex nya justru harus mati dan setelah perjuangan berat akhirnya Rocky sendirian dari kelompoknya yang keluar dengan selamat. Selesaai. Hahahaha canda itu spoiler gue ngasal kok, beberapa ada yang lupa, apa gue lanjutin lagi nih? Ha? Kenapa? Jangan? Okeee deh klo gitu, selamat menonton yaah. See y’all again in Friday!!

Lifeline: Whiteout

Halo readers! Kali ini gue mau ngomongin game, siapa gamer disini? Klo gue sendiri adalah gamer ala kadarnya, ga terlalu addict  lagi sama game. Btw game apa yang paling kalian sukai atau game apa yang paling berkesan buat kalian? PES! Klo gue suka PES!!! Hahaha, sama GTA, AOE juga. Klo yang berkesan itu CTR, entah kenapa ngangenin itu game. Dan sampai detik ini gue masih menunggu perilisan CTR pada smartphone, semoga kejadian! GTA San Andreas aja udah ada untuk ios, masa CTR yang notabene game legenda console PS1 ga ada sih? :’) *sabar menunggu* Continue reading

Hobi Itu Perlu

▶️ 3 am – Honne 🎵


Halooo!! Wuzzup? Apa kabar semuanyaah? Ketemu lagi sama gue (gak merasa bersalah ngilang seminggu meninggalkan komitmen sehari sekali post minimal 3 hari sekali), pasti kangen ya? Iyalah gue ngangenin kan emang (udah diem, iyain aja, jangaan dibantaah!!). Setelah kemaren otak gue keteter sama ini itu, sekarang gue mau manjain otak gue. Mari menulis yang menyenangkan! Ayo otaak pikirkan hal-hal yang lo senangi. Gapapa kok, soalnya kemaren kan elo udah keringetan maraton tuh sekarang waktunya berleha-leha untuk mengkhayal. Masalah kewujud atau enggaknya itu belakangan, toh klo rejeki dikejar ga akan lari kemana. Yang penting seneng-seneng dulu. *seketika gue nyengir-nyengir tengah malem, ketawa sendiri serasa Kim Jong-un dengan segala nuklirnya* Continue reading

10 Lagu Mood Boosters Untuk Kalian

Selamat pagi! Jangan lupa sarapan, sikat gigi, ngopi, siap hadapi hari ini, semangat! *berdiri tegap, baru pasang sepatu sebelah*

Ada banyak lagu super pembangkit semangat di dunia ini, uadaa buanyaaak. Dan setiap kita pasti punya lagu kesukaan masing-masing dalam hal ini. Genre apapun itu, up atau deep, solo atau grup, nyambung atau ga nyambung sama masalah lo, yang jelas pasti ada sebab lo suka lagu itu. Bahkan ga penting asalnya indie atau major, yang jelas tujuannya mereka itu satu, berkarya! Kita penikmatnya pasti punya penilaian tersendiri sama karya mereka untuk bisa dinikmati. Dan karya yang dibuat dari hati bakal sampai ke hati pendengarnya. *Eaaa bawa-bawa hati* Continue reading

5 Lagu Rap Sedih

Selamat dini hari semua, baru balik abis nobar bola, meski seri tetap semangat Man Utd!! Hahaha. Rencananya tadi mau langsung tidur karena besok pagi harus nganter nyokap jenguk temennya di RS. Tarakan yang tadi gue coba track di maps ternyata lokasinya disekitaran Jak-Bar. Tapi sialnya gue ga ngantuk, alhasil gue bingung mo ngapain. Tadi mau nongkrong didepan teras eh, gerimis. Masuk dah gue ngeri baper, entar ga sadar tau-tau basahnya ke pipi-pipi (nangis halus gara-gara elu, iya elu pake meleng lagi ama cowo baru lu), sedih gitu. :’) Continue reading