Ketika Jepang Mengguncang Telinga

Oke masuk Jumat malam, tapi ini lewat tengah malam Do. Jatohnya sih Sabtu dini hari, tapi gapapa lah masih mending. Kok mending? Iya kan mending dini-hari daripada dini-kahin siri ye kaaaaan? Iya aja udah, ngalah yang waras. Asik judulnya agak ngerih nih. Tapi emang ngeri band Rock satu ini. Band Asia yang mendunia, ga banyak. Tapi ini salah satunya, boleh dong ikut berbangga? Hahahaseeek, oke mari sambut! One Ok Rock!!!

Ok, postingan ini lahir karena sebelumnya ada request dari salah satu bloger kece kita yaitu Audhina yang meminta membahas tentang band satu ini. Maka kali ini gue akan membahas band yang berangkat dari label Major yaitu Fueled by Ramen. CMIIW. But, Major atau indie bukan hal utamanya, hal terpenting adalah kita harus menghargai mereka yang sudah berkarya menghibur kuping yang haus nada-nada ini hahaha. Dan setelah gue pelajari tentang band ini, inilah sedikit review dari gue yang cuma setangkai cabe rawit gorengan yang tak diinginkan wkwk. Go on!


Band yang terbentuk di Jepang tahun 2005 ini beranggotakan Takahiro Moriuchi, Toru Yamashita, Ryota Kohama, and Tomoya Kanki. Dan harus gue akui band ini keren, keren parah! Kenapa? Karena ga banyak band yang berasal dari Asia yang mampu mengguncang telinga dunia, dan terbukti salah satunya adalah One Ok Rock yang mampu melakukannya. Band yang sudah punya banyak pendengar setia salah satunya yang request postingan ini hahaha. Boleh lah mba Dhin, sarannya. Hehee

Disini gue akan bahas dua lagu dari mereka yaitu The Beginning yang memiliki viewer sebanyak kurang lebih 80 juta, juga lagu yang baru diupload video klipnya di youtube 2 minggu lalu yaitu American Girls. Langsung gan komentarnya!!!


Yak langsung masuk lagu pertama, lagu yang keluar sekitar 4 tahun lalu ini memiliki viewer sebanyak 80 juta, wah keren sangat lah. Tapi masih kalah ama bang Alek, karena bang Alek yang terbaik, bang Alek paling SWAG, dan bang Alek paling fenomenal sejagat raya. Ya ga bang? Yow yow disini ada tangga, disini ada kursi, yow yow!!! 😝

Sekarang serius, kalian bisa lihat dari komentar-komentarnya, yup betul banget, lagu ini bener-bener menuai pujian dari banyak penikmat musik di berbagai belahan dunia, salut! Lagu Rock ini, menurut gue sedikit bernuansa Jepang, yaiyalah kan ada bahasa Jepangnya, klo Jawa nyinden breeee… lah iya juga loh. Sok iyaaa maksudnyaaa!!!! Hahaha. 

Untuk lagu-lagu One Ok Rock, jangan pernah mengira jika Rock Jepang berbeda dengan Rock-Rock lainnya, mereka hanya berbeda jika dibandingkan dengan rok costumer service. Karena seksian mba-mba nya (apaa ini?) hahaha. Ga deng, maksud gue mereka ini ga ada beda soal warna musik Rock biasanya, suara vokalis yang ehem, raaawwwk, distorsi yang rusuh sana sini, dan hentakan drum yang mampu membuat mata berkedip karena nyetel musiknya kekencengan. Hihihi. So, buat kalian penyuka musik Rock Jepang, inilah surga untuk telinga kalian.


Okeeeee, sekali lagi gue harus bilang ok. Satu lagu ini emang ok! Untuk lagu ke dua ini, masih anget video klipnya. Alias baru dua minggu umurnya. Dan hebatnya One Ok Rock mereka konsisten mengeluarkan lagu-lagu keren yang mampu diterima dengan baik oleh penikmat musik, Banyak komentar positif akan karya-karya mereka dan memang itu berbanding lurus dengan lagu mereka, band yang menurut gue terdengar sedikit mirip dengan Foo Fighters ini, punya banyak lagu-lagu keren. Bisa langsung kalian cek di youtube atau langsung cari Spotify!!!


Kemudian dari komentar berbahasa Inggris banyak juga yang komentar dengan bahasa Jepang tentunya, yang sekaligus gue ga ngerti artinya. Tapi gue yakin komentarnya keren untuk lagu-lagu One Ok Rock!!! Pada lagu American Girl ini gue tidak bisa menemukan ciri khas One Ok Rock yaitu campuran bahasa Inggris dan Jepang di liriknya, meski begitu tetap ga mampu mengurangi sedikitpun sensasi rock yang disajikan One Ok Rock!!!

Dan pada kesimpulannya, One Ok Rock merupakan Band yang mampu mengangkat citra positif kepada dunia musik Asia khususnya Jepang di telinga Dunia. One Ok Rock seakan mengingatkan kita jika Rock itu ga melulu harus berkulit putih kan, dan nih! Kuning juga punya bosss!!! Hahaha. Oke sekian pembahasan dari gue, klo ada yang mau request bisa diproses. Feel free to request anything, tapi jangan yang aneh. Karena gue bukan hotel Krusty yang selalu mewujudkan permintaan konsumennya meskipun aneh-aneh. Lah! Mr. Crab!!!

EP dan LP dalam Musik

Sebelumnya gue mau minta mandat eh maaf sekali lagi kalo kemaren kolup (lupa) sama janji sendiri. Harusnya gue ngikutin kata-kata Jason Statham dalam filmnya Transporter yang bunyinya kurang lebih seperti ini:

“Jangan buat janji yang tidak bisa kau tepati.”

Tapi sama seperti dalam filmnya Sekalipun Frank yang diperankan Statham ini merupakan seorang yang “gentle”, doi sendiri kadang keteteran sama janjinya. Cuma ya namanya cowo, mau kaya gimana keadaannya, janji ya janji. Haseeek, sok tooyzz.

Nah inti dari bacotan aneh di atas adalah gue mencoba untuk menepati janji meskipun bisa dibilang “ngaret” hahaha tapi gapapa lah daripada “ngerut” mending “ngaret”. Hah? … … … ini maksudnya barusan ngomong apaan sih? Makin aneh aja anjir hahaha. Udah deh intinya maaf ya penulis satu ini suka seenaknya dewee heheh. Oke sebelum bahas ini, kenapa sih bahas LP dan EP? Iya gue sengaja bahas ini soalnya nanti ada dua tipe album yang mau gue bahas yaitu EP dan LP tapi sebelum gue bikin banyak artikel pembahasan tersebut, harusnya paham dulu ya kaan?? Kuy lah lanjut bahas judul tulisan ini. Apa itu EP? Apa itu LP? Apa perbedaannya?

EP merupakan singkatan dari Extended Play yang dalam istilah Indonesia-nya dikenal sebagai Mini Album. Karena mini, biasanya dalam album EP terdiri dari 4-6 lagu saja. Banyak alasan kenapa musisi mengeluarkan EP, diantaranya karena belum cukup lagu buat dijadiin Album beneran, atau emang musisi tersebut sekedar ingin menunjukkan eksistensinya di belantika musik.


EP All My Friends – Snakehips

Kemudian apa itu LP? LP adalah Lembaga Pemasyarakatan dan salah satu yang paling besar di Jakarta itu LP Cipinang, ini deket sekolah gue dulu SMA 53 Jakarta. Terusss, terusin aja gilanya hahaha maaf—maaf. Becanda itu. LP dalam musik berarti Long play a.k.a Long Playing a.k.a Long Player, terserah kalian mau nyebut apa. Yang jelas kalo mau ringkas lagi cukup sebut Album. Yap betul! Album yang kita tau selama ini punya sebutan lainnya yaitu LP. Apa saja koleksi LP kalian? LP LP bang. Apa cuuuh? LP nya Linkin Park bang. Okeee. Ada lagi? LP CP bang? Apa lagi cuuuh? Lembaga Pemasyarakatan Cipinang bang. Okee. Ngomong sekali lagi coba, belum gue gesperin aje. Ada lagi ga? Ga bang, udah. Bagus!


LP Compton – Dr. Dre

Lalu apa perbedaan keduanya? Ya jelas beda dong mini album sama album yang sesungguhnya. Dari jumlah lagu dalam albumnya aja sudah ketauan, EP terdiri dari sekitar 4-7 lagu, klo LP ada banyak yaitu 8+. Klo 17+ biasanya bukan dalam bentuk LP tapi 3gp, eaaaa. Bisa aja abang, eneng mau nanjak flay operrr aja dah bawaanya. *gi dah*

Nah sekarang udah paham dong beda EP dan LP? Berarti kita udah bisa mulai bahas album! Dan untuk tulisan berikutnya gue mau bahas musisi dari genre Rock. Gue akan mencoba bedah album band indie British yaitu The Bohicas. Dan untuk major (untuk major sepertinya gue akan bahas lagu aja) gue akan membahas Band Jepang yang sebelumnya sudah di-request oleh Audhina, One Ok Rock! So, see ya next art-icle ma homie!

Skip Terus

Halo, akhirnya gue keluar goa juga. Belakangan ini gue lagi ada di dalam kubah kesibukan yang dindingnya terbuat dari kegiatan-kegiatan dengan struktur keribetan yang bikin gue lupa segalanya. Melewatkan semuanya.

Schedule nulis—SKIP

Tiket Pesawat promo PP Jakarta-Bali 600rb untuk awal Maret lewat karena gue mau nonton Honne—SKIP.

Kemeja yang udah diincer dan udah masuk tas belanja lupa dikonfirm—SKIP (SOLD OUT)

TIKET HONNE—SKIP (SOLD OUT kurang dari 4 menit). Yang ini gue rasanya persis banget kaya perasaan Clive Owen dalam film Derailed yang uda seperempat inch lagi jaraknya dengan bra Jennifer Aniston cuma kecolongan momen oleh seorang perampok. Rasanya anjir… dikit lagi—coba ga ceroboh—bahagia banget gua. Anjir (hembusin nafas panjang sepanjang tol Cipali yang gue sendiri belum tau panjangnya semana). 

Alhasil gue ga dapet apa-apa. Gue mesti gimana ya? Enaknya ngapain nih? Pengen robohin tiang listrik cuma ga kuat, ancur banget mood aduh. Syudahlah.

Ini gue pengen nulis kata-kata kasar boleh ga sih? Boleh ya?!! 

Keseeet!!!! 

Sikaaaaat!!! 

Amplaaaaassss!!!! 

Muka andika ganjen baaand!!!

Jalanan Bekasi!!!

Udah puas lah. Ini kaya tulisan anak SMA anjir. Kan gue bilang klo mood jelek tulisan gue ngikut jelek, kapan bagus emang? Hahaha. Sekejap akan dihapus, ini mah cuma menuangkan emosi sesaat aja. Haha. Udah entar malem gue mau kejar setoran nih yang kemaren skip. Utang mesti dibayar, meskipun nyicil ahaha.

From Evil Dead to Don’t Breathe

“Now you’re gonna see what I see.”

-The Blind Man

“300k. Boom!” Seru Money. Siapa yang ga pengen coba uang sebanyak itu. Dalam bentuk dolar lagi kan, rupiah aja masih pengen gue wakakak. Setidaknya itu yang bikin aturan kelompok belajar perampok Rocky, Alex, dan Money goyang. Mereka ini spesialis perampok rumah yang punya rule keren, ga boleh ambil uang dan ga boleh membunuh. Untung sekarang tv udah flat, coba Rocky adalah perampok tahun 90-an, ngangkat-ngangkat tipi tabung. Dan gitu pas udah capek capek ngangkat keluar ga taunya yang diangkat tabung oksigen, boom! *ada KUA?* *brb*

Oke! Seenggaknya si ayang gue satu ini ga hidup dalam cerita era 90-an. Jadi lupakan khayalan aneh gue barusan. Btw sebelum gue bahas film ini gimana kabar kalian? Semoga masih setia sama blog gue ya, seperti lo setia sama dia meskipun dicuekin, eaaa. Oh iya film ini keluar akhir Agustus tahun lalu dan gue tonton awal September, sebenernya gue mau bahas film ini dari September tapi berhubung postingan gue ga teratur dan masih acak, kadang ide untuk nulis review film timbul tenggelam karena selama ini gue selalu ambil ide dadakan. Alhasil apa yang mau gue bahas selalu random dan dampaknya sub-kategori gue ga rata. Bahkan ada sub-kategori gue yang masih kosong (menyedihkan).

Dan berkat rencana gue untuk teratur dan terjadwal dalam menulis di tahun ini seperti tertuang pada post sebelumnya, kini gue bisa melihat ide-ide gue dengan jelas dan ga random. Emang ya sesuatu yang kita rencanakan lebih dulu itu selalu berdampak baik. Sooo, lanjut bahas film. Gue ga mau panjang bahas film karena gue ngeri spoiler. Jari-jari gue tuh udah teriak “Om spoilerrrr om!!!” Hahaha.

Diatas adalah trailer untuk film Don’t Breathe yang bergenre thriller horor. Ini merupakan salah satu film yang bikin gue nurut sama judulnya. Serius, dari sekian banyak film, beberapa memang ada yang sukses bikin gue nahan napas. Tapi ini adalah film yang judulnya berhasil bikin gue manut, biasanya klo judulnya dari awal (uda bocor) kalimat perintah gini kan gue suka suges buat ngelawan. Tapi kadang ditengah film ini gue kaya sumpek, ternyata baru sadar kelamaan nahan napas, wakwak.

Hal yang gue salut dari film ini adalah: 

1. From Zero to Hero

Latar film yang hampir 80% cuma di dalam rumah, membikin budget yang dibutuhkan film ini ga begitu besar. Meski tanpa efek CGI yang super canggih nan mahal, ga membuat kualitas film ini berkurang sama sekali. Film ini boleh dibuat dengan dana kecil tapi ga bikin film ini minder nemplok di puncak box office Amerika saat itu. Karya orang-orangnya Evil Dead gitcuu looh.

2. Cerita yang Keren

Banyak faktor yang bikin sebuah film dipuji banyak orang salah satunya jalan cerita. Cerita yang ditawarkan Don’t Breathe adalah keren parah. Dengan setting tempat sesempit itu, penggabungan alur yang cepat (gue selalu kagum sama film keren dengan alur cepat) dan cerita yang twist, sometimes membuat gue mikir ulang “Ini yang jahat sebenernya siapa sih?” Atau memutar-balikkan PW (posisi wuenak), yang tadinya komplotan Rocky yang pw dikit lagi dapet duit tiba-tiba berubah 180 derajat menjadi Rocky CS yang terkurung dan diburu si bapak buta dan kemudian lebih terkesan seperti petak umpet dalam rumah. Juga banyak kejutan-kejutan lainnya yang siap menggegarkan opini-opini, persepsi-persepsi yang sudah gue bangun–diruntuhkan-bangun-diruntuhkan lagi, just repeat it haha. Keren deh pokoknya!

3. Pemeran Rocky

Akting Jane Levy yang memerankan Rocky dalam film ini keren parah. Doi nih yang bikin gue nahan napas, soalnya kan mukanya cakep tuh. Terus saat mukanya selayar penuh pandangan kita pasti ke doi dong, komuknya itu loh, cantik total banget. Kadang pas die nahan napas gue pengen bantu ngasih napas buatan aja, eh ngikut bantu nahan napas maksudnya. Tau-tau ya itu tadi, rasanya sumpek aje—lupa napas. Wakwak.

“Just because he’s blind, don’t mean he’s a saint, bro.”

-Money

Masih banyak lagi sih sebenernya, inti dari review film kan sebenernya cuma dua yaitu rekomendasiin lo untuk nonton, atau sebaliknya yaitu ga nganjurin lo nonton. Ya kan? Dan gue dengan senang hati merekomendasikan lo nonton ini. Meskipun udah beberapa bulan, toh juga gue rasa waktu film ini keluar, lo pada nonton Sucuide kaan???? Hahaha. Film ini barengan sama Sucuide Squad dan kalah pamor soalnya. Jadi wajar juga sih klo kalian sempet ke-skip kemaren. Tapi justru gue kurang suka sucuide squad, entah kenapa mungkin karena pemeran jokernya bukan Heath Ledger. *sedih inget doi udah mati beneran*

Kesimpulannya sih gue suka film ini dan gue rekomendasiin. Gila ga ada spoiler kan tulisan gue? Pokoknya kalian yang belum nonton cobain deh, kalian bakal maklum dengan kehebatan bela diri pas tau ternyata si Bapak Buta itu veteran tentara, bakal kaget begitu tahu si bapak buta ternyata menyimpan seorang wanita yang menabrak mati anaknya terus dihamilin buat gantiin anaknya yang justru ga sengaja kebunuh sama Rocky terus Rocky dijadiin next pregnant program (wakakak istilah gue, intinya sih celamitan sih nih aki-aki. Meskipun gue juga mau), tapi ga kejadian karena diselamatkan oleh Alex yang sebenernya suka sama Rocky meski Alex nya justru harus mati dan setelah perjuangan berat akhirnya Rocky sendirian dari kelompoknya yang keluar dengan selamat. Selesaai. Hahahaha canda itu spoiler gue ngasal kok, beberapa ada yang lupa, apa gue lanjutin lagi nih? Ha? Kenapa? Jangan? Okeee deh klo gitu, selamat menonton yaah. See y’all again in Friday!!

Revolusi Mental

Jangan salah sangka, ini bukan revolusi mental yang dicanangkan presiden kita ya. Mental di sini bukan mental yang bersangkutan dengan batin dan watak, tapi mental yang berarti terpelanting. Kenapa gitu? Karena gini. Eaa dibacaa hahaha.

Serius, belakangan ini mungkin kalian melihat postingan gue yang kebanyakan masuk kategori Tease, yang mayoritas isinya kalimat-kalimat ga jelas dari gue. Maklum ya, lagi ga bersahabat cuaca di sini (nunjuk otak), bawaanya mendung mulu belakangan, tapi ga ujan ya! Hahaha. Maklumi sekali lagi jikalau otak gue yang belakangan ini lagi gesrek (dari dulu). Oke, Februari! Gue akan mulai kembali normal mengeluarkan postingan yang agaknya berfaedah dimulai bulan Februari. Tapi sekarang masih ada 6 hari lagi di Januari, mungkin masih ada beberapa curhatan hati yang dibalut fiksi. Mungkin!

Dan tahun ini gue udah bertekad untuk membuat blog gue selain lebih rapi juga bertekad untuk lebih rutin. Kemudian gue nyoret-nyoret kertas dan lahir lah sebuah schedule berikut ini:

1. Minggu (malam)

Setiap hari minggu gua akan mencoba post untuk kategori Free, bisa Kuliner, Traveling, ama apalagi ya anjir ama kategori sendiri lupa wakakak. Pokoknya untuk mengisi kategori Free deh yang hadir di minggu malam.

2. Rabu (malam)

Rabu malam akan gue isi untuk kategori Mind. Apapun itu bisa tentang sub Review (film, aplikasi, game, dll), Kata Sastra (puisi atau cerpen), bahkan untuk sub Tease (curcol atau apalah yang ini sih suka gaje). Ama apalagi ya di kategori ini sub-nya, ya Allah otak hamba seret amat.

3. Jumat (malam)

Nah jumat malamnya gue isi dengan sisa kategori yaitu Sound, di sini gue akan membahas soal musik (baik itu indie atau major). Tapi kayanya gue mau fokus ke indie luar ( untuk indie lokalnya ku serahkan pada bloger kece lain yang lebih expert, soalnya gue juga kurang update sama indie lokal dewasa ini), dan yang mau gue bahas adalah albumnya (baik itu LP atau EP). Sudah tentu Albumnya yang paling baru atau setelat-telatnya adalah 2 tahun terakhir, seenggaknya ga basi banget ya, hehehe. Gue sih ada rencana buat bagi album (yang dibahas) di sini. Cuma kan ga enak sama musisi nya karena mereka nyari profit dari sana, so mungkin ga akan gue cantumin. Cuma kalo ada yang mau bisa request nanti gue kirim via email. Dan feel free buat yang mau request artis/album yang mau dibahas. Boleh banget!

Dan dengan revolusi mental ini harapannya gue bisa terpelanting ke arah yang lebih waras, diselipin eh disiplin, dan lebih baik kedepannya. Semoga!