Jikalau Saja


Hujan bisa berenti ga? Ini udah subuh, gue mau pulang. Ngantuk 😪

Advertisements

EP dan LP dalam Musik

Sebelumnya gue mau minta mandat eh maaf sekali lagi kalo kemaren kolup (lupa) sama janji sendiri. Harusnya gue ngikutin kata-kata Jason Statham dalam filmnya Transporter yang bunyinya kurang lebih seperti ini:

“Jangan buat janji yang tidak bisa kau tepati.”

Tapi sama seperti dalam filmnya Sekalipun Frank yang diperankan Statham ini merupakan seorang yang “gentle”, doi sendiri kadang keteteran sama janjinya. Cuma ya namanya cowo, mau kaya gimana keadaannya, janji ya janji. Haseeek, sok tooyzz.

Nah inti dari bacotan aneh di atas adalah gue mencoba untuk menepati janji meskipun bisa dibilang “ngaret” hahaha tapi gapapa lah daripada “ngerut” mending “ngaret”. Hah? … … … ini maksudnya barusan ngomong apaan sih? Makin aneh aja anjir hahaha. Udah deh intinya maaf ya penulis satu ini suka seenaknya dewee heheh. Oke sebelum bahas ini, kenapa sih bahas LP dan EP? Iya gue sengaja bahas ini soalnya nanti ada dua tipe album yang mau gue bahas yaitu EP dan LP tapi sebelum gue bikin banyak artikel pembahasan tersebut, harusnya paham dulu ya kaan?? Kuy lah lanjut bahas judul tulisan ini. Apa itu EP? Apa itu LP? Apa perbedaannya?

EP merupakan singkatan dari Extended Play yang dalam istilah Indonesia-nya dikenal sebagai Mini Album. Karena mini, biasanya dalam album EP terdiri dari 4-6 lagu saja. Banyak alasan kenapa musisi mengeluarkan EP, diantaranya karena belum cukup lagu buat dijadiin Album beneran, atau emang musisi tersebut sekedar ingin menunjukkan eksistensinya di belantika musik.


EP All My Friends – Snakehips

Kemudian apa itu LP? LP adalah Lembaga Pemasyarakatan dan salah satu yang paling besar di Jakarta itu LP Cipinang, ini deket sekolah gue dulu SMA 53 Jakarta. Terusss, terusin aja gilanya hahaha maaf—maaf. Becanda itu. LP dalam musik berarti Long play a.k.a Long Playing a.k.a Long Player, terserah kalian mau nyebut apa. Yang jelas kalo mau ringkas lagi cukup sebut Album. Yap betul! Album yang kita tau selama ini punya sebutan lainnya yaitu LP. Apa saja koleksi LP kalian? LP LP bang. Apa cuuuh? LP nya Linkin Park bang. Okeee. Ada lagi? LP CP bang? Apa lagi cuuuh? Lembaga Pemasyarakatan Cipinang bang. Okee. Ngomong sekali lagi coba, belum gue gesperin aje. Ada lagi ga? Ga bang, udah. Bagus!


LP Compton – Dr. Dre

Lalu apa perbedaan keduanya? Ya jelas beda dong mini album sama album yang sesungguhnya. Dari jumlah lagu dalam albumnya aja sudah ketauan, EP terdiri dari sekitar 4-7 lagu, klo LP ada banyak yaitu 8+. Klo 17+ biasanya bukan dalam bentuk LP tapi 3gp, eaaaa. Bisa aja abang, eneng mau nanjak flay operrr aja dah bawaanya. *gi dah*

Nah sekarang udah paham dong beda EP dan LP? Berarti kita udah bisa mulai bahas album! Dan untuk tulisan berikutnya gue mau bahas musisi dari genre Rock. Gue akan mencoba bedah album band indie British yaitu The Bohicas. Dan untuk major (untuk major sepertinya gue akan bahas lagu aja) gue akan membahas Band Jepang yang sebelumnya sudah di-request oleh Audhina, One Ok Rock! So, see ya next art-icle ma homie!

From Evil Dead to Don’t Breathe

“Now you’re gonna see what I see.”

-The Blind Man

“300k. Boom!” Seru Money. Siapa yang ga pengen coba uang sebanyak itu. Dalam bentuk dolar lagi kan, rupiah aja masih pengen gue wakakak. Setidaknya itu yang bikin aturan kelompok belajar perampok Rocky, Alex, dan Money goyang. Mereka ini spesialis perampok rumah yang punya rule keren, ga boleh ambil uang dan ga boleh membunuh. Untung sekarang tv udah flat, coba Rocky adalah perampok tahun 90-an, ngangkat-ngangkat tipi tabung. Dan gitu pas udah capek capek ngangkat keluar ga taunya yang diangkat tabung oksigen, boom! *ada KUA?* *brb*

Oke! Seenggaknya si ayang gue satu ini ga hidup dalam cerita era 90-an. Jadi lupakan khayalan aneh gue barusan. Btw sebelum gue bahas film ini gimana kabar kalian? Semoga masih setia sama blog gue ya, seperti lo setia sama dia meskipun dicuekin, eaaa. Oh iya film ini keluar akhir Agustus tahun lalu dan gue tonton awal September, sebenernya gue mau bahas film ini dari September tapi berhubung postingan gue ga teratur dan masih acak, kadang ide untuk nulis review film timbul tenggelam karena selama ini gue selalu ambil ide dadakan. Alhasil apa yang mau gue bahas selalu random dan dampaknya sub-kategori gue ga rata. Bahkan ada sub-kategori gue yang masih kosong (menyedihkan).

Dan berkat rencana gue untuk teratur dan terjadwal dalam menulis di tahun ini seperti tertuang pada post sebelumnya, kini gue bisa melihat ide-ide gue dengan jelas dan ga random. Emang ya sesuatu yang kita rencanakan lebih dulu itu selalu berdampak baik. Sooo, lanjut bahas film. Gue ga mau panjang bahas film karena gue ngeri spoiler. Jari-jari gue tuh udah teriak “Om spoilerrrr om!!!” Hahaha.

Diatas adalah trailer untuk film Don’t Breathe yang bergenre thriller horor. Ini merupakan salah satu film yang bikin gue nurut sama judulnya. Serius, dari sekian banyak film, beberapa memang ada yang sukses bikin gue nahan napas. Tapi ini adalah film yang judulnya berhasil bikin gue manut, biasanya klo judulnya dari awal (uda bocor) kalimat perintah gini kan gue suka suges buat ngelawan. Tapi kadang ditengah film ini gue kaya sumpek, ternyata baru sadar kelamaan nahan napas, wakwak.

Hal yang gue salut dari film ini adalah: 

1. From Zero to Hero

Latar film yang hampir 80% cuma di dalam rumah, membikin budget yang dibutuhkan film ini ga begitu besar. Meski tanpa efek CGI yang super canggih nan mahal, ga membuat kualitas film ini berkurang sama sekali. Film ini boleh dibuat dengan dana kecil tapi ga bikin film ini minder nemplok di puncak box office Amerika saat itu. Karya orang-orangnya Evil Dead gitcuu looh.

2. Cerita yang Keren

Banyak faktor yang bikin sebuah film dipuji banyak orang salah satunya jalan cerita. Cerita yang ditawarkan Don’t Breathe adalah keren parah. Dengan setting tempat sesempit itu, penggabungan alur yang cepat (gue selalu kagum sama film keren dengan alur cepat) dan cerita yang twist, sometimes membuat gue mikir ulang “Ini yang jahat sebenernya siapa sih?” Atau memutar-balikkan PW (posisi wuenak), yang tadinya komplotan Rocky yang pw dikit lagi dapet duit tiba-tiba berubah 180 derajat menjadi Rocky CS yang terkurung dan diburu si bapak buta dan kemudian lebih terkesan seperti petak umpet dalam rumah. Juga banyak kejutan-kejutan lainnya yang siap menggegarkan opini-opini, persepsi-persepsi yang sudah gue bangun–diruntuhkan-bangun-diruntuhkan lagi, just repeat it haha. Keren deh pokoknya!

3. Pemeran Rocky

Akting Jane Levy yang memerankan Rocky dalam film ini keren parah. Doi nih yang bikin gue nahan napas, soalnya kan mukanya cakep tuh. Terus saat mukanya selayar penuh pandangan kita pasti ke doi dong, komuknya itu loh, cantik total banget. Kadang pas die nahan napas gue pengen bantu ngasih napas buatan aja, eh ngikut bantu nahan napas maksudnya. Tau-tau ya itu tadi, rasanya sumpek aje—lupa napas. Wakwak.

“Just because he’s blind, don’t mean he’s a saint, bro.”

-Money

Masih banyak lagi sih sebenernya, inti dari review film kan sebenernya cuma dua yaitu rekomendasiin lo untuk nonton, atau sebaliknya yaitu ga nganjurin lo nonton. Ya kan? Dan gue dengan senang hati merekomendasikan lo nonton ini. Meskipun udah beberapa bulan, toh juga gue rasa waktu film ini keluar, lo pada nonton Sucuide kaan???? Hahaha. Film ini barengan sama Sucuide Squad dan kalah pamor soalnya. Jadi wajar juga sih klo kalian sempet ke-skip kemaren. Tapi justru gue kurang suka sucuide squad, entah kenapa mungkin karena pemeran jokernya bukan Heath Ledger. *sedih inget doi udah mati beneran*

Kesimpulannya sih gue suka film ini dan gue rekomendasiin. Gila ga ada spoiler kan tulisan gue? Pokoknya kalian yang belum nonton cobain deh, kalian bakal maklum dengan kehebatan bela diri pas tau ternyata si Bapak Buta itu veteran tentara, bakal kaget begitu tahu si bapak buta ternyata menyimpan seorang wanita yang menabrak mati anaknya terus dihamilin buat gantiin anaknya yang justru ga sengaja kebunuh sama Rocky terus Rocky dijadiin next pregnant program (wakakak istilah gue, intinya sih celamitan sih nih aki-aki. Meskipun gue juga mau), tapi ga kejadian karena diselamatkan oleh Alex yang sebenernya suka sama Rocky meski Alex nya justru harus mati dan setelah perjuangan berat akhirnya Rocky sendirian dari kelompoknya yang keluar dengan selamat. Selesaai. Hahahaha canda itu spoiler gue ngasal kok, beberapa ada yang lupa, apa gue lanjutin lagi nih? Ha? Kenapa? Jangan? Okeee deh klo gitu, selamat menonton yaah. See y’all again in Friday!!

Lifeline: Whiteout

Halo readers! Kali ini gue mau ngomongin game, siapa gamer disini? Klo gue sendiri adalah gamer ala kadarnya, ga terlalu addict  lagi sama game. Btw game apa yang paling kalian sukai atau game apa yang paling berkesan buat kalian? PES! Klo gue suka PES!!! Hahaha, sama GTA, AOE juga. Klo yang berkesan itu CTR, entah kenapa ngangenin itu game. Dan sampai detik ini gue masih menunggu perilisan CTR pada smartphone, semoga kejadian! GTA San Andreas aja udah ada untuk ios, masa CTR yang notabene game legenda console PS1 ga ada sih? :’) *sabar menunggu* Continue reading

Hobi Itu Perlu

▶️ 3 am – Honne 🎵


Halooo!! Wuzzup? Apa kabar semuanyaah? Ketemu lagi sama gue (gak merasa bersalah ngilang seminggu meninggalkan komitmen sehari sekali post minimal 3 hari sekali), pasti kangen ya? Iyalah gue ngangenin kan emang (udah diem, iyain aja, jangaan dibantaah!!). Setelah kemaren otak gue keteter sama ini itu, sekarang gue mau manjain otak gue. Mari menulis yang menyenangkan! Ayo otaak pikirkan hal-hal yang lo senangi. Gapapa kok, soalnya kemaren kan elo udah keringetan maraton tuh sekarang waktunya berleha-leha untuk mengkhayal. Masalah kewujud atau enggaknya itu belakangan, toh klo rejeki dikejar ga akan lari kemana. Yang penting seneng-seneng dulu. *seketika gue nyengir-nyengir tengah malem, ketawa sendiri serasa Kim Jong-un dengan segala nuklirnya* Continue reading

10 Lagu Mood Boosters Untuk Kalian

Selamat pagi! Jangan lupa sarapan, sikat gigi, ngopi, siap hadapi hari ini, semangat! *berdiri tegap, baru pasang sepatu sebelah*

Ada banyak lagu super pembangkit semangat di dunia ini, uadaa buanyaaak. Dan setiap kita pasti punya lagu kesukaan masing-masing dalam hal ini. Genre apapun itu, up atau deep, solo atau grup, nyambung atau ga nyambung sama masalah lo, yang jelas pasti ada sebab lo suka lagu itu. Bahkan ga penting asalnya indie atau major, yang jelas tujuannya mereka itu satu, berkarya! Kita penikmatnya pasti punya penilaian tersendiri sama karya mereka untuk bisa dinikmati. Dan karya yang dibuat dari hati bakal sampai ke hati pendengarnya. *Eaaa bawa-bawa hati* Continue reading

5 Lagu Rap Sedih

Setiap manusia punya caranya masing-masing untuk menghilangkan galaunya, salah satunya ialah dengan cara mendengarkan lagu. Bagi mereka yang memilih untuk mendengarkan lagu, pasti mereka punya lagu kesukaan tersendiri, baik itu lagu sedih atau lagu penyemangat. Dan klo gue kumpulin semua lagu sedih di playlist gue, ga sedikit yang berasal dari genre hip hop. Khusus untuk tulisan ini gue mau bahas rap, rap adalah bagian dari hip hop. Pelaku rap disebut rapper atau MC, yang merupakan salah satu unsur hip hop diantara DJ, grafiti, break dance, fashion, bahkan basket (dari sini bisa gue bilang hip hop bukan sekedar musik melainkan sebuah budaya, kapan-kapan gue bahas tentang ini), tapi sekarang gue mau bahas sedikit soal rap dulu. Rap sendiri bisa di kolaborasikan dengan berbagai genre dari hardcore jadinya rap-core sampai dangdut jadinya rap-dut (genre apapun). Inilah yang jadi salah satu keunggulan rap, selain itu menulis lirik rap itu sulit, sama seperti puisi cuma lebih kompleks karena rap lebih macam gayanya lo bisa memainkan kata (wordplay), rima, membolak balikan kata, majas, menyisipkan punchline di setiap baris, dll. (Baca juga: membuat CV yang keren)

Rapper sendiri sangat jarang menuliskan kesedihannya dengan kata-kata menye, biasanya dengan kata motivasi, sedepresi apapun rapper, doi mengungkapkannya dengan kata yang keren. Ga percaya? Coba cari sendiri lagu rap sedih yang kata-katanya menye. Dijamin susah deh, paling nemu satu-dua aja, sisanya seperti yang gue bilang tadi. Yauda masuk ke list, sebenernya banyak genre hip-hop yang sedih dr DMX, Nas, Tupac, Kanye West, tapi gue mau bahas rap yang lebih masuk ke kuping siapa aja (karena rap ga melulu soal hip hop). Jadi langsung aja ya masuk ke listnya, hitung mundur bang!

5. Lonely by. Akon

Naaaaah! Siapa yang suka nyesel pas putus? Eaaa. Siapa ayo siapa?!! Gueeeeeee *nemplok dikaca bareng wiper*

Nih lagu nya Akon, karena gue mau bahas yang umum. Masuklah doi ke list gue ini, selain singer doi juga dikenal sebagai rapper. Doi bisa nge-rap looh (wajar sih kulit hitam emang jago ngerap kebanyakan). Lagu ini bercerita tentang seorang cowo yang kesepian setelah ditinggal kekasihnya. Tapi tidak untuk gue yaak. *meluk guling*

4. See You Again by. Wiz Khalifa

Yang keempat ini pasti tau lah yah, didedikasikan untuk mendiang Paul Walker sekaligus menjadi soundtrack film Fast Furious 7. Lagu ini bercerita tentang keinginan seseorang untuk bertemu (kembali) dan bercerita dengan sosok yang disayanginya, karena sudah tiada. Gue sendiri sih berasa sedih denger lagu ini, terlebih lagu ini ditujukan untuk idola lo yang udah kagak ada. Kenapa mesti yang ganteng sih yang mati, kan ada si item botak tuh temennya doi di film itu. :’)

3. Song Cry by. Jay Z

Rapper yang emang sudah lama berkecimpung di genre Hip hop ini punya beberapa lagu sedih, tapi yang ini, judulnya aja udah begitu. Lagu ini bercerita tentang pengungkapan kesedihan ditinggal kekasihnya, tapi seperti gue bilang tadi rapper selalu mengungkapannya secara keren meskipun matanya ngalir air kek keran.

2. If You Could See Me Now by. The Script

Nah keren kan The Script masuk urutan ke dua, iya ini merupakan bentuk penghargaan gue, karena si pentolan The Script, Danny O’Donoghue merupakan penyanyi (yang bukan murni seorang rapper hip hop) yang selain merdu suaranya, bisa main alat musik, plus doi bisa nge rap. Aelah, diborong semua. Hahaha

(Lihat Juga: 5 Lagu Chill terbaik untuk bersantai)

Lagu ini bercerita tentang kerinduan kepada orang yang dicintainya karena sudah tiada. Tapi meski sedih, dilagu ini O’Donoghue punya lirik yang keren. Cek sendiri yak. 🙂

1. When I’m Gone by. Eminem

Naaah lagu ini punya korban nih. Di urutan pertama ini berasal dari rapper termahal sejagad, dan doi milih-milih negara mana yang mau dikunjungi (Indonesia dong bang). Lagu yang diciptakan eminem a.k.a Slim Shady a.k.a The Rabbits a.k.a Marshall Mathers (nama asli) ini menceritakan cerita dari sudut pandang seorang ayah.

Balik ke kalimat pertama gue yang bilang lagu ini makan korban, ialah Mega temen gue yang saat itu sama gue lagi di Cafe tiba-tiba berkumandang lagu Eminem berjudul “Mockingbird”, saat lagu melantun dia mulai menye. Karena gue ikut nyanyi, dia nanya “Do, lo tau lagu ini?” Gue jawab iya. Dan dia nanya lagi “Ini Eminem ya?” Gue jawab lagi iya. Terus dia nanya “Ini soal orang tua sama anak ya?” Dia nanya itu gue jelasin dah plus gue kasih tau klo di hp gue ada lagu lain Eminem yang hampir sama ya ini “When I’m Gone.” Dia dengerin pake headset, tau-tau nangis. Ternyata dia lagi kangen sama bokapnya (yang udah ga ada).

Sumpah klo tau dia lg baper ga gue kasih denger lagu ini. Dia ngeliat apa yang Eminem tulis itu sama kaya cerita dia sama bokapnya, dimana sebelum meninggal, Mega ini emang lagi agak bersitegang gitu. Sedangkan dimana-mana bokap yang sok tegar pasti sayang banget sama anaknya ya kan? :’)

Dia nanya “Eminem ini bokap yang bijak ya?” Gue bilang “Iya Eminem emang bijak klo nulis lirik soal keluarganya” (panik mo ngapain). Klao mau lebih jelasnya bisa denger sendiri ya. Dan ga berasa udah mau subuh, inilah 5 daftar rap ber-lirik sedih, semoga kalian suka. Sampai jumpa lagi hehee.